Berita

Citra satelit ini menunjukkan kapal perusak terbaru kedua Korea Utara di galangan kapal Chongjin, Korea Utara, pada 18 Mei 2025, beberapa hari sebelum rusak karena "kecelakaan serius" selama upacara peluncuran/CNN

Dunia

Kim Jong Un Marah Besar, Peluncuran Kapal Perusak Korut Alami Kecelakaan Serius

JUMAT, 23 MEI 2025 | 10:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Korea Utara mengumumkan bahwa sebuah kecelakaan serius terjadi selama upacara peluncuran kapal perusak terbaru mereka di galangan kapal kota pelabuhan Chongjin baru-baru ini. 

Mengutip laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Jumat, 23 Mei 2025, kecelakaan terjadi akibat kurangnya pengalaman komando dan kecerobohan operasional.

Saat proses peluncuran, buritan kapal dilepas terlebih dahulu dan terdampar, sementara gerbong peluncur gagal bergerak secara sejajar. 


Akibatnya, beberapa bagian dasar kapal hancur, mengganggu keseimbangan dan menyebabkan haluan kapal gagal meninggalkan jalur peluncuran.

Insiden itu terjadi di hadapan langsung pemimpin negara, Kim Jong-un, dan memicu kecaman keras dari sang pemimpin tertinggi yang menyebutnya sebagai tindakan kriminal.

“Itu adalah kecelakaan serius dan tindakan kriminal yang disebabkan oleh kecerobohan mutlak, tidak bertanggung jawab, dan empirisme tidak ilmiah yang berada di luar batas kemungkinan dan tidak dapat ditoleransi,” kutip KCNA.

Kapal perang seberat 5.000 ton tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi angkatan laut Korea Utara, yang sebelumnya telah melakukan uji tembak sistem senjatanya hanya beberapa hari setelah peluncuran. 

Kapal ini diketahui bernama Choe Hyon dan dilaporkan dilengkapi dengan persenjataan canggih seperti rudal jelajah strategis supersonik dan rudal balistik taktis.

Kim memerintahkan agar kapal segera diperbaiki tanpa syarat sebelum rapat pleno Partai Pekerja Korea (WPK) yang akan digelar pada bulan Juni.

"Pemulihan segera kapal perusak tersebut bukan sekadar masalah praktis, tetapi masalah politik yang terkait langsung dengan kewenangan negara," tambahnya menekankan. 

Mengutip laporan terpisah KCNA, Biro Politik WPK telah menetapkan akan mengadakan rapat pleno ke-12 komite pusat pada akhir Juni untuk meninjau kinerja paruh pertama tahun ini dan menetapkan arah kebijakan selanjutnya.

Sementara itu, militer Korea Selatan dan intelijen AS memantau situasi dari dekat.

“Kami menilai peluncuran samping (kapal perang) itu gagal. Kapal perusak itu sebagian terbalik di laut,” ujar Kolonel Lee Sung-jun, juru bicara Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan.

Seorang pejabat dari Kementerian Unifikasi Korea Selatan menilai bahwa kerusakan kemungkinan tidak terlalu parah, mengingat perintah pemulihan segera oleh Kim Jong-un.

“Dengan menggunakan ungkapan ‘kecerobohan mutlak’, (Kim) dapat bertujuan untuk menopang disiplin internal melalui teguran keras,” kata pejabat tersebut.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Board of Peace: Pergeseran Rational Choice ke Pragmatisme Politik

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:45

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

Kawasan Industri Jateng Motor Baru Transformasi Ekonomi Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:58

Ustaz Adi Hidayat Sambangi Markas Marinir

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:42

Ketua BEM UGM: Semakin Ditekan, Justru Kami Semakin Melawan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:26

Praktisi Hukum: Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bisa jadi Alat Kriminalisasi Pengusaha

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:06

PBNU dan Majelis Alumni IPNU Peroleh Wakaf Alquran di Bulan Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:45

Kejagung Tegaskan Hukuman Mati ABK di Kasus Narkoba sesuai Fakta Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:30

Mantan Danyon Sat 71.2 Kopassus Jabat Dandim 0509 Kabupaten Bekasi

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:15

KPK Bakal Kulik Dugaan Aliran Uang Suap Importasi ke Dirjen Bea Cukai

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya