Berita

Fotokopi ijazah S1 Kehutanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo/Ist

Hukum

Bareskrim Pastikan Ijazah Jokowi Asli

Roy Suryo Dkk Berpeluang Jadi Tersangka

JUMAT, 23 MEI 2025 | 00:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Peneliti media dan politik Buni Yani menanggapi pengumuman Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri bahwa ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi identik atau asli. 

Berdasarkan hal tersebut, penyelidikan laporan terkait dugaan kepemilikan ijazah palsu yang dilayangkan Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dihentikan karena tidak ditemukan unsur tindak pidana.

"Hasil ini tidak mengejutkan. Sudah bisa diprediksi sebelumnya," kata Buni Yani melalui akun Facebook pribadinya, Kamis 22 Mei 2025.


Buni Yani menyoroti barang bukti yang sudah disita untuk keperluan penyelidikan bisa diambil kembali oleh terlapor.

“Ini bukan praktik hukum yang lazim dan justru menimbulkan pertanyaan besar: apakah ada upaya melindungi Jokowi dari jeratan hukum?” tanya Buni Yani.

Buni Yani menegaskan bahwa tindakan seperti ini dapat memperburuk citra Kepolisian sebagai lembaga penegak hukum yang independen. Masyarakat pun, menurutnya, tidak akan tinggal diam melihat dugaan ketidakadilan ini.

“Rakyat menuntut Kepolisian berlaku adil dan tidak menjadi alat kekuasaan Jokowi, seperti yang terjadi selama 10 tahun masa pemerintahannya,” kata Buni Yani.

Dengan penghentian pengaduan TPUA tersebut, kata Buni Yani, 
laporan Jokowi di Polda Metro Jaya berpeluang terus berlanjut.

"Besar kemungkinan lima orang terlapor akan jadi tersangka," kata Buni Yani.

Sebelumnya, kubu yang menuduh ijazah Jokowi palsu membuat laporan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), pada Rabu 21 Mei 2025. Mereka yang datang di antaranya Roy Suryo, Rismon Sianipar, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, Rizal Fadillah, dan Kurnia.

Roy Suryo dkk ini mendatang Komnas HAM karena merasa dikriminalisasi atas laporan yang dibuat Jokowi di Polda Metro Jaya.





Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya