Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Rupiah Menguat di Tengah Pasar Cemaskan Utang AS

KAMIS, 22 MEI 2025 | 19:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah ditutup menguat ke posisi Rp16.327 per Dolar AS pada Kamis sore, 22 Mei 2025.

Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda itu menguat 71 poin atau 0,43 persen ini dari perdagangan sebelumnya.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan bahwa penguatan Rupiah hari ini terjadi di tengah tekanan terhadap Dolar AS yang disebabkan oleh sentimen negatif pasar global.


Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi oleh melemahnya Dolar akibat kekhawatiran yang meningkat atas utang pemerintah Amerika Serikat yang semakin menumpuk.  

Pasar global juga menyoroti agenda pemungutan suara di Dewan Perwakilan Rakyat AS atas RUU pemotongan pajak Trump, yang disebut-sebut dapat menambah utang nasional antara 3 triliun hingga 5 triliun Dolar AS dalam 10 tahun ke depan.

“Pasar cenderung hati-hati karena RUU pemotongan pajak usulan Presiden Donald Trump berpotensi meningkatkan belanja pemerintah dan memperlebar defisit fiskal AS,” ujar Ibrahim dalam keterangannya kepada RMOL.

“Jika RUU ini disahkan, maka tekanan terhadap Dolar bisa berlanjut karena risiko fiskal AS kian besar,” kata Ibrahim.

Selain itu, penurunan peringkat kredit oleh lembaga pemeringkat Moody’s juga turut memperkuat tekanan terhadap Dolar. Moody’s sebelumnya menurunkan rating dari “Aaa” menjadi “Aa1” karena lonjakan rasio utang.

Sementara dari dalam negeri, sentimen positif turut datang dari kinerja transaksi berjalan Indonesia yang menunjukkan tren perbaikan. Bank Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan (CAD) menyusut dari 1,1 miliar Dolar AS ke 200 juta Dolar AS atau 0,1 persen dari PDB pada kuartal I/2025.

Penyusutan CAD ini utamanya didorong oleh surplus perdagangan barang nonmigas yang meningkat, serta penurunan impor bahan baku dan penolong yang lebih dalam dibandingkan ekspor.

Di sisi lain investasi langsung tetap membukukan surplus sebagai cerminan dari persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik yang tetap terjaga.

"Investasi portofolio juga meningkat, terutama dipengaruhi aliran masuk modal asing pada surat utang domestik," katanya.

Posisi cadangan devisa Indonesia pun, kata Ibrahim tercatat masih tinggi di angka 157,1 miliar Dolar AS pada akhir Maret 2025, setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.

"Perdagangan besok, mata uang Rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp16.240-16.330 per Dolar AS," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya