Berita

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, dalam acara pengukuhan Ketua Umum Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM/DPA) periode 2025–2030 di Ciawi, Jawa Barat/Istimewa

Politik

Kukuhkan Organisasi Petani Pemuda, Ini Pesan Wamentan Sudaryono

KAMIS, 22 MEI 2025 | 17:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) secara resmi mengukuhkan Ketua Umum Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM/DPA) periode 2025–2030.

Ke depan, organisasi ini diharapkan dapat membesarkan usaha pertanian yang sudah ada dan mendorong tumbuhnya minat pemuda dalam bidang pertanian.

Adalah Rayndra Syahdan Mahmudin dari Jawa Tengah yang resmi terpilih sebagai Ketua Umum Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM/DPA) periode 2025–2030.


Rayndra dipilih oleh peserta yang terdiri dari perwakilan Pusdiktan dan Polbangtan Bogor, Dewan Pengawas DPM/DPA, Badan Pengurus Harian DPM/DPA, Koordinator Wilayah DPM/DPA dari seluruh Indonesia, serta para penerima manfaat Program YESS dalam acara yang diselenggarakan di Komplek BBPMKP, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Azwar Fuadi juga terpilih sebagai Ketua Gerakan Petani Muda Indonesia. Selain itu, Forum Nasional Organisasi Kepemudaan Bidang Pertanian memilih R. Soni Suroyo Junior sebagai ketua. Para peserta kemudian menyusun program strategis untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

Kegiatan tersebut juga mencakup serangkaian agenda, termasuk pemberian sertifikat penghargaan kepada brigade pangan, penyuluh pertanian, Babinsa inspiratif, serta penerima Program YESS inspiratif. Para ketua terpilih dikukuhkan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.

“Mas Rayndra ini juga adalah pengusaha di bidang pertanian, beliau eksportir gula semut dan gula kelapa. Siapa bilang jadi petani itu susah? Tidak selamanya jadi petani itu sulit, selama kita sebagai anak muda tidak berpikir monoton. Maaf, maksud saya tidak monoton berpikir bahwa bertani itu hanya soal mencangkul,” kata Wamen yang akrab disapa Mas Dar itu, melalui keterangannya, Kamis 22 Mei 2025.

Ia juga menjelaskan bahwa organisasi pertanian yang baru saja dikukuhkan memiliki tanggung jawab untuk memperkuat usaha yang sudah berjalan dan menumbuhkan usaha baru.

“Tanggung jawab kalian ada dua. Pertama, membesarkan yang sudah berjalan. Kedua, menumbuhkan yang belum berjalan. Dalam proses itu, kalian adalah jembatan ke lembaga yang bernama Kementerian Pertanian,” tutur Mas Dar.

Lebih lanjut, sebagai Bapak Petani Milenial, dirinya menegaskan akan mendukung penuh kebutuhan organisasi dalam mewujudkan tujuan tersebut, khususnya di bidang pertanian.

“Saya ini katanya Bapak Petani Milenial, maksudnya ya mungkin karena saya milenial juga, Pak. Tapi tidak apa-apa. Apapun yang bisa saya bantu, akan saya bantu. Saya akan kerahkan segala daya dan upaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pelibatan generasi muda dalam sektor pertanian merupakan langkah strategis untuk mendukung program swasembada pangan nasional dan memastikan keberlanjutan pertanian di Indonesia.

“Selamat atas terpilihnya Ketua Umum DPM-DPA periode 2025–2030, saudara Rayndra Syahdan Mahmudin, Koordinator Gerakan Petani Muda Indonesia saudara Muhammad Azwar Fuadi, serta Koordinator Forum Komunikasi Organisasi Petani Muda Indonesia, Saudara R. Soni Suroyo Junior,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Muhammad Amin, juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pemilihan Ketua Umum DPM/DPA. Ia berharap organisasi kepemudaan ini dapat melakukan resonansi untuk menggerakkan lebih banyak pemuda terjun ke sektor pertanian dan wirausaha pertanian.

“Kami berharap dengan resonansi ini, semakin banyak petani muda yang terlibat dalam pertanian. Sehingga, tujuan untuk mencapai swasembada pangan dapat terwujud secepatnya,” pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya