Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia/RMOL

Politik

Prabowo Panggil Bahlil Bahas Pengganti LG di Proyek Baterai EV

KAMIS, 22 MEI 2025 | 15:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri untuk membahas perusahaan pengganti kelanjutan proyek baterai kendaraan listrik (EV) yang sebelumnya melibatkan LG Energy Solution. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang tiba di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis, 22 Mei 2025 untuk mengikuti rapat tersebut mengatakan bahwa mitra baru dalam proyek tersebut yang akan menggantikan LG adalah perusahaan asal Tiongkok Huayou.

“Hari ini kami akan ratas dalam pembahasan kelanjutan EV baterai mobil terkait dengan LG. Kan kita sudah tahu bahwa LG sejak dari awal kami sudah memutuskan hubungannya dan akan dilakukan kerja sama kepada Huayou. Jadi ini partner baru dan sudah selesai sih,” kata Bahlil kepada awak media.


Menurut Bahlil, kerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, LG, telah resmi dihentikan. Pemerintah kini menggandeng Huayou, perusahaan asal Tiongkok, sebagai mitra strategis baru dalam proyek tersebut.

“Ini tinggal kami memberikan laporan ke Bapak Presiden. Secara prinsip, surat pemutusan dengan LG sudah kami kirim. Kebetulan saya yang tandatangan suratnya," ujarnya.

Terkait nilai investasi, Bahlil menjelaskan bahwa proyek baterai kendaraan listrik ini memiliki total investasi sebesar 9,8 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, tahap pertama sebesar 10 gigawatt dengan LG telah direalisasikan sekitar 1,2 miliar dolar AS. Sisanya, sekitar 8 miliar dolar AS, akan diambil alih posisinya oleh Huayou.

Sementara itu, Bos Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga tampak hadir di Istana. 

Bulan lalu, LG Energy Solution (LGES) menarik investasinya senilai Rp129,9 triliun dari proyek pengembangan rantai pasok baterai EV terintegrasi di Indonesia. 

Pihak LG menyebutkan bahwa kondisi pasar dan lingkungan investasi menjadi pertimbangan utama di balik keputusan mereka untuk menghentikan keterlibatan dalam proyek tersebut.

Menteri Rosan sebelumnya mengatakan LG tidak sepenuhnya mundur dari megaproyek baterai EV di Indonesia. Posisi LG dalam proyek tersebut digantikan oleh Huayou yang sebelumnya juga sudah tergabung dalam konsorsium LG dalam proyek tersebut.

Sebagai pengganti LG, Huayou diketahui sudah memiliki investasi di beberapa daerah dengan teknologi yang hampir sama dengan LG.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya