Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri acara Iron Steel Summit & Exhibition Indonesia (ISSEI) 2025 di Jakarta Convention Center, Rabu 21 Mei 2025/Dok Pribadi Airlangga Hartarto

Bisnis

Menko Airlangga Dorong ASEAN Jaga Daya Saing Industri Besi dan Baja

RABU, 21 MEI 2025 | 23:16 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong negara-negara ASEAN untuk menjaga saya saing industri besi dan baja di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam acara Iron Steel Summit & Exhibition Indonesia (ISSEI) 2025 di Jakarta Convention Center, Rabu 21 Mei 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman ASEAN Iron & Steel Council yang ditandatangani oleh Board of Directors dari 6 negara yang hadir, yaitu Malaysia, Indonesia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.


"Sudah saatnya bagi ASEAN, sebagai salah satu produsen baja terbesar di dunia, untuk bekerja sama secara erat," kata Airlangga.

Airlangga mengaku mengapresiasi penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut yang diharapkan mampu meningkatkan rantai pasokan regional.

Dengan jumlah penduduk yang mencapai 600 juta orang dan ekonomi yang lebih dari 3 triliun dolar AS, kata Airlanga, menjadikan kawasan ASEAN pasar yang kuat untuk industri baja dan besi. 

"Ini juga menjadi bagi momentum ASEAN untuk menjadikan kawasan Indo-Pasifik tetap stabil dan tumbuh di tengah perang tarif antara AS dan Cina," kata Airlangga.

Airlangga menambahkan bahwa sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) dari segi lapangan usaha, di mana pada Tri Wulan I-2025 berkontribusi sebesar 19,25 persen, dengan pertumbuhan sebesar 4,55 persen. 

"Dalam lima tahun terakhir, ekspor komoditas besi dan baja terus mengalami kenaikan sebesar 22,18 persen," kata Airlangga.

Selain itu, kata Airlangga, konsumsi baja nasional juga terus tumbuh, dari 11,4 juta ton di tahun 2015 menjadi 17,4 juta ton di tahun 2023. 

Konsumsi baja nasional diperkirakan mencapai 18,3 juta ton pada tahun 2024 dan terus meningkat menjadi 47 juta ton pada tahun 2035.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya