Berita

Mantan Direktur Utama PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto/Solopos

Hukum

Masih Diperiksa, Bekas Dirut Sritex Berakhir jadi Tersangka?

RABU, 21 MEI 2025 | 15:57 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kejaksaan Agung (Kejagung) masih melakukan pemeriksaan mantan Dirut PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto.

"Hari ini yang bersangkutan sedang diperiksa sebagai saksi secara intensif oleh penyidik. Penyidik memiliki waktu untuk menentukan bagaimana status yang bersangkutan," kata Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, Rabu, 21 Mei 2025.

Iwan sebelumnya ditangkap di kawasan Solo, Jawa Tengah pada Selasa, 20 Mei 2025 malam. Ia diterbangkan ke Gedung Kejagung Jakarta dan tiba pada Rabu pagi tadi.


Harli menyebut, status Iwan masih sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pemberian kredit dari beberapa bank ke PT Sritex. Kasus ini sebelumnya telah naik ke tahap penyidikan di Kejagung dan belum ada tersangka.

Sritex jadi sorotan usai disebut memiliki utang Rp26,2 triliun dari kreditur separatis senilai Rp716,7 miliar dan tagihan kreditur konkuren Rp25,3 triliun.

Per Sabtu, 1 Maret 2025, Sritex resmi tutup usai diputuskan dalam rapat kreditur kepailitan Sritex pada Jumat, 28 Februari 2025.

Akibatnya lebih dari 8 ribu orang terkena PHK dalam penghentian operasi perusahaan. Total karyawan dan pekerja Sritex Group yang terkena PHK akibat putusan pailit mencapai 10.665 orang.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya