Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

India Blokir 8.000 Akun X di Tengah Ketegangan dengan Pakistan

RABU, 21 MEI 2025 | 12:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Platform media sosial X mengumumkan bahwa pihaknya telah memblokir akses ke lebih dari 8.000 akun di India, menyusul perintah eksekutif dari pemerintah India. 

Pemblokiran ini terjadi di tengah memanasnya situasi keamanan nasional akibat serangan lintas batas yang dilakukan Pakistan ke beberapa wilayah di India, termasuk Jammu.

Dalam pernyataan resminya, tim Urusan Pemerintah Global X menyebutkan bahwa keputusan untuk memblokir akun-akun tersebut diambil setelah pemerintah India memperingatkan bahwa ketidakpatuhan dapat mengakibatkan denda besar dan ancaman penjara bagi staf lokal X di India.


“Untuk mematuhi perintah tersebut, kami memblokir akun-akun ini hanya di India. Kami telah mulai melakukannya sekarang. Namun, kami tidak setuju dengan tuntutan pemerintah,” ungkap pernyataan dari perusahaan, seperti dimuat Reuters pada Rabu, 21 Mei 2025. 

Akun-akun yang diblokir mencakup media internasional dan tokoh masyarakat terkenal. X mengeluhkan bahwa dalam banyak kasus, pemerintah India tidak menjelaskan unggahan apa yang dianggap melanggar hukum.

“Kami harus membuat pilihan yang sulit, tetapi memutuskan untuk mematuhi perintah tersebut agar platform tetap berjalan di India. Penting bagi orang-orang di India untuk tetap memiliki akses terhadap informasi,” ujar X lebih lanjut.

Namun, X juga menyayangkan keterbatasan hukum yang menghalangi mereka untuk mengungkap secara terbuka detail perintah pemblokiran tersebut kepada publik. 

“Tidak membagikan informasi ini akan mempersulit pertanggungjawaban pemerintah dan dapat menyebabkan keputusan yang tidak adil,” tambah mereka.

Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer antara India dan Pakistan. Diketahui bahwa pada pekan lalu beberapa wilayah di India mengalami pemadaman listrik sebagai tindakan pencegahan keamanan, menyusul laporan upaya serangan oleh Pakistan terhadap bandara di Jammu.

Menurut kantor berita ANI, pemadaman listrik total diberlakukan di Bhuj, Gujarat, serta di beberapa kota di Punjab seperti Jalandhar, Gurdaspur, Pathankot, dan Amritsar. 

Sementara itu, wilayah Jammu dan Kashmir mengalami pemadaman di berbagai distrik seperti Udhampur, Uri, Poonch, Rajouri, dan lainnya. Sirene peringatan juga terdengar di banyak lokasi, mempertegas situasi siaga tinggi yang sedang berlangsung.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya