Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kasino Bisa Legal di Indonesia, Pemain Khusus WNA

SELASA, 20 MEI 2025 | 22:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Wacana melegalkan kasino yang dilontarkan Anggota Komisi XI DPR Galih Kartasasmita menjadi diskusi hangat. Sebagian mendukung, dengan alasan marak judi online dan juga defisit anggaran negara yang sangat besar.

Bagi pengamat hubungan Internasional Hikmahanto Juwana usulan itu tidak salah. Dia justru mendukung legalisasi kasino darat yang dikendalikan negara. 

Katanya, langkah legalisasi itu sembari terus fokus memberantas judi online yang membuat triliunan uang rakyat Indonesia malah tersedot ke luar negeri.


"Di tempat di sebuah pulau atau tempat tertentu. Karena perputaran uangnya sangat besar dan kita bisa lebih mengendalikan daripada mereka beroperasi di Kamboja dan Myanmar," ujar Hikmahanto kepada wartawan, Selasa 20 Mei 2025.

Hikmahanto mengambil contoh di Genting Malaysia Berhad, yang mengoperasikan satu-satunya kasino legal di Malaysia. Resorts World Genting dalam laporan tahunannya mencatat pendapatan sebesar RM10,91 miliar pada tahun 2024 atau setara Rp37,09 triliun (kurs Rp3.400).

Sebelumnya, Indonesia juga pernah memiliki gubernur yang progresif dalam mencari sumber pendanaan untuk pembangunan. 

Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta periode 1966?"1977, dikenal berani mengambil langkah-langkah kontroversial demi pembangunan ibu kota. 

Salah satu kebijakan yang paling menuai sorotan publik pada masanya adalah legalisasi dan pengelolaan perjudian, termasuk keberadaan kasino di Jakarta. 

Kebijakan ini, meskipun menuai kritik dari banyak kalangan, terutama kelompok keagamaan, justru menjadi bagian penting dalam strategi pembiayaan pembangunan Jakarta.

Pesan senada juga disampaikan akademisi STIE Ekuitas Vidya Ramadhan. Dia menyebut salah satu yang bisa menjadi pertimbangan untuk melegalkan kasino adalah dengan mengkhususkan untuk warga negara asing (WNA) dan melarang kepada masyarakat Indonesia.

Vidya mengatakan bila dilihat dari segi ekonomi, tidak bisa dipungkiri itu bisa berdampak positif dalam jangka pendek, namun tetap jangan sampai itu merugikan masyarakat.

"Misalkan dibuka kasino dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah seperti di Bali atau Batam. Negara juga bisa ambil pajak dari transaksi judi kasino dengan syarat ada pengawasan langsung," tuturnya.

Menurutnya, bila kajian mendalam dilakukan dan akhirnya dilegalkan maka akan ada aturan khusus yang mengatur hal tersebut. 

"Konsep itu namanya "lex specialis derogat legi generali" yang artinya asas hukum yang menyatakan bahwa ketentuan hukum yang khusus akan mengesampingkan ketentuan hukum yang umum. Jadi kalau ada aturan khusus itu bisa dipertimbangkan," tutupnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya