Berita

Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah/RMOL

Politik

DPR Minta Pemerintah Galang Organisasi Internasional Lawan Tarif AS

SELASA, 20 MEI 2025 | 17:08 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah meminta pemerintah untuk menggalang kekuatan dengan organisasi internasional untuk mengoreksi tarif resiprokal AS yang berimbas pada ekonomi global.

Hal itu disampaikan Said dalam menyikapi asumsi Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2026 yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Legislator dari Fraksi PDIP DPR ini berpendapat kebijakan perang tarif telah mengguncang tata perdagangan global dan memperhadapkan perdagangan global dalam situasi yang proteksionis.


"Sesungguhnya ini berlawanan dengan prinsip dan komitmen dari kerjasama perdagangan regional dan global yang mutualistik," kata Said Abdullah lewat keterangan tertulisnya, Selasa, 20 Mei 2025.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk dapat menggandeng organisasi internasional dalam melakukan koreksi terhadap perang dagang yang saat ini terjadi antara AS dan China.

"Pemerintah perlu menggalang organisasi internasional untuk mengoreksi praktik pengenaan tarif sepihak yang dibalas dengan retaliasi," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah perlu mengajak dunia perlu membangun komitmen baru dalam perdagangan.

"Dan memastikan di masa depan tidak ada negara yang berlaku sewenang wenang secara sepihak, dan semua patuh pada hukum hukum perdagangan internasional," tutupnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2026 dalam sidang paripurna DPR, Selasa, 20 Mei 2025.

Pemerintah menyampaikan kepada DPR atas target ekonomi makro dan postur awal APBN 2026, antara lain;

Pertumbuhan ekonomi 5,2-5,8 persen, inflasi 1,5-3,5 persen, nilai tukar 16.500-16.900, suku bunga SBN 6,6-7,2, ICP 60-80/USD, lifting minyak bumi 600-605 ribu barel/hari, lifting gas bumi 953-1017 setara ribu barel/hari.

Adapun perkiraan postur APBN 2026, pendapatan negara 11,7-12,2 persen PDB, belanja negara 14,19- 14,75 persen PDB, defisit APBN 2,48-2,53 persen dari PDB.

Sedangkan target kesejahteraan, tingkat kemiskinan di kisaran 6,5-7,5 persen, tingkat pengangguran 4,44-4,96 persen, gini rasio 0,377–0,380, dan Indeks Modal Manusia 0,57.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya