Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/RMOL

Bisnis

Sri Mulyani: Sektor Pertanian Indonesia Tumbuh 10,52 Persen, Tertinggi di Asean

SELASA, 20 MEI 2025 | 13:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan angka pertumbuhan sektor pertanian Indonesia menjadi yang tertinggi di ASEAN.

Hal itu diungkap Sri Mulyani saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2026 dalam rapat paripurna ke-18 di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Selasa 20 Mei 2025. 

“Sektor pertanian tumbuh 10,52 persen, memperkuat optimisme menuju ketahanan pangan. Penyederhanaan tata kelola pupuk bersubsidi melalui pemangkasan lebih dari 145 regulasi signifikan menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga pupuk,” tegas Sri Mulyani dalam rapat.


Ia menuturkan bahwa langkah strategis ini, yang secara timing bertepatan dengan perkembangan cuaca, berkontribusi terhadap tingkat produktivitas. Produksi beras nasional periode Januari-Maret 2025 meningkat 51 persen secara year on year. 

Secara keseluruhan tahun, produksi di 2025 diperkirakan mencapai 34,6 juta ton, tumbuh 4,8 persen year on year dari produksi tahun sebelumnya yang sebesar 33,03 juta ton.

Sri Mulyani megatakan bahwa pertumbuhan sektor pangan ini dinilai tertinggi di ASEAN.

“Lebih lanjut, data Rice Outlook April 2025 menunjukkan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024/2025 menjadi yang tertinggi di ASEAN,” katanya.

Ketahanan pangan yang merupakan salah satu prioritas utama dalam strategi pembangunan ekonomi nasional diperkuat dengan meningkatkan produktivitas, menstabilkan harga pangan, serta mewujudkan petani makmur dan nelayan sejahtera.

“Sebagai negara dengan populasi lebih dari 281 juta jiwa (pada tahun 2024), Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya