Berita

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer/Net

Dunia

Senat Partai Demokrat Ajukan RUU Cegah Trump Pakai Jet Qatar

SELASA, 20 MEI 2025 | 11:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, mengajukan sebuah rancangan undang-undang (RUU) untuk mencegah Presiden Donald Trump menggunakan pesawat jet mewah senilai 400 juta dolar AS yang ditawarkan secara cuma-cuma oleh Qatar sebagai pesawat kepresidenan, Air Force One.

RUU bertajuk Presidential Air Transport Security Act itu bertujuan melarang Departemen Pertahanan (Pentagon) merenovasi atau mengubah pesawat asing menjadi alat transportasi resmi presiden.

"Donald Trump telah menunjukkan berkali-kali bahwa ia akan mengkhianati rakyat Amerika dan jabatan presiden jika itu berarti mengisi kantongnya sendiri," kata Schumer dalam pernyataan resminya, seperti dimuat AFP pada Selasa, 20 Mei 2025. 


Menurutnya upaya modifikasi pesawat hingga digunakan presiden akan memakan banyak dana. Hal itupun belum bisa menjamin keamanannya. 

"Tidak hanya butuh miliaran dolar pajak untuk mencoba memperbaiki dan mengamankan pesawat ini, tetapi sama sekali tidak ada modifikasi yang dapat menjamin keamanannya," tegasnya. 

Penawaran jet Boeing 747-8 oleh keluarga kerajaan Qatar telah memicu kontroversi di kalangan politik Washington. 

Selain potensi konflik kepentingan, isu ini menimbulkan kekhawatiran konstitusional dan etika, mengingat Konstitusi AS secara eksplisit melarang pejabat pemerintah menerima hadiah dari pihak asing tanpa persetujuan Kongres, melalui klausul yang dikenal sebagai Emoluments Clause.

Meskipun Presiden Trump telah menepis kekhawatiran tersebut,  sejumlah anggota parlemen dari kedua partai menunjukkan kekhawatiran. 

Senator Demokrat Chris Murphy menyatakan niatnya untuk memaksakan pemungutan suara guna memblokir penjualan senjata ke Qatar, sementara beberapa anggota Partai Republik juga menyuarakan keraguan, terutama terkait dengan keamanan dan biaya tinggi modifikasi pesawat yang hanya akan digunakan selama masa jabatan Trump.

Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Republik, John Thune, yang dikenal sebagai pendukung Trump, sejauh ini belum menyatakan akan membawa RUU Schumer ke pemungutan suara.

Namun, Schumer berencana menawarkannya sebagai amandemen terhadap RUU pengeluaran yang harus disahkan pada akhir tahun ini, yang dapat memaksa Partai Republik untuk merespons.

Kontroversi ini semakin memperkuat ketegangan antara eksekutif dan legislatif terkait transparansi, etika, dan pengaruh asing dalam pemerintahan AS menjelang pemilihan presiden mendatang.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya