Berita

Jeremie Frimpong segera meneken kontrak bersama Liverpool/X

Sepak Bola

Ini Penyebab Frimpong Tak Akan Pakai Bahasa Belanda untuk Berbicara dengan Pelatih Liverpool

SENIN, 19 MEI 2025 | 15:38 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Liverpool akan segera mendapat tambahan pasukan seiring proses transfer bek Bayer Leverkusen, Jeremie Frimpong, yang saat ini sudah mendekati rampung. Frimpong diproyeksikan untuk mengisi pos bek kanan yang segera ditinggalkan Trent Alexander-Arnold pada akhir musim ini.

Menariknya, meski berpaspor Belanda dan sudah menjadi bagian dari skuad De Oranje, Frimpong diyakini akan berkomunikasi dengan pelatih Arne Slot yang berasal dari negeri yang sama dengan menggunakan bahasa Inggris. 

Usut punya usut, meski lahir di Amsterdam pada 10 Desember 2000 dari keluarga berdarah Ghana, Frimpong justru menghabiskan sebagian besar hidupnya di Inggris.  Ia pindah ke Manchester saat berumur tujuh tahun dan tak pernah kembali menetap di Belanda. 


Kondisi tersebut yang menurut harian Mirror, membuat Frimpong sudah tak fasih berbahasa Belanda.

Namun demikian, didikan akademi Manchester City ini tetap memilih untuk membela Belanda di kancah internasional. Frimpong sudah memperkuat De Oranje sejak kelompok umur dan menerima panggilan skuad senior pada Piala Dunia 2022 dan Euro 2024.

Di media sosial, Frimpong pun diketahui lebih banyak menggunakan bahasa Inggris.

Pemilik 12 caps bersama Timnas Belanda itu dilaporkan telah menjalani tahap pertama dari tes medis sebelum meneken kontrak lima tahun hingga 2030 bersama Liverpool.

Jurnalis Inggris, Ben Jacobs, melalui akun X pribadinya, bahkan menyebut proses perpindahan Frimpong akan tuntas pada hari ini, Senin, 19 Mei 2025.

Untuk bisa mendapatkan Frimpong, Liverpool harus menebus klausul pelepasan Frimpong dari Leverkusen sebesar 35 juta Euro, atau sekitar Rp646 miliar.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya