Berita

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi/RMOL

Politik

Sentil KPAI, Dedi Mulyadi: Jangan Terus Koreksi Kebijakan, Tapi Selesaikan Masalah Anak

SENIN, 19 MEI 2025 | 14:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar tidak hanya mengomentari kekurangan dari kebijakan pendidikan karakter siswa di barak yang tengah dijalankan Pemprov Jabar.

“Saya sudah sampaikan bahwa KPAI, harusnya, arahnya hari ini bukan mengoreksi kekurangan dari sebuah kegiatan yang dilakukan yang itu merupakan penanganan darurat dari sebuah problem,” kata Dedi usai menghadiri pertemuan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin 19 Mei 2025.

Menurut Kang Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, KPAI sudah sepatutnya ikut terjun langsung mengatasi masalah yang dihadapi oleh anak.


“Yang harus dilakukan KPAI adalah mengambil langkah untuk menyelesaikan berbagai problem yang dialami oleh anak-anak remaja kita. Apakah itu karena problem di rumahnya, problem di sekolahnya, yang akhirnya mengarah pada tindak kriminal,” jelas KDM.

KDM menyebut saat ini ada ribuan anak bermasalah di Jawa Barat. Untuk itu, ia berharap KPAI mengambil langkah strategis untuk mendidik anak-anak bermasalah tersebut.

“Kalau KPAI sibuk terus ngurusin persoalan tempat tidur dan sejenisnya tidak akan bisa menyelesaikan problem. Dan KPAI bisa lihat dong, kemarin kan 39 anak sudah selesai itu (mengikuti pembinaan di barak), kan bisa dilihat bagaimana keadaan anak itu, disiplinnya, kemudian rasa empatinya,” sentil KDM

“Bahkan, dia menangis di depan ibunya, mencium kakinya. Kan belum tentu itu didapatkan pendidikan di sekolah,” imbuhnya menegaskan.

Atas dasar itu, KDM memastikan program mengirim siswa ke barak militer dalam rangka untuk pembentukan karakter akan terus dilanjutkan. Besok, Selasa 20 Mei 2025, akan ada 273 siswa yang menyelesaikan pembinaan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Setelah itu nanti ada angkatan baru lagi. Nanti mungkin kalau dari 1.000 atau 1.500 atau 2.000 yang nanti atau 5.000, kalau terkoneksi dengan kabupaten-kota mungkin 15 ribu sampai 20 ribu yang dikelola oleh kita,” tuturnya.

“KPAI mau ambil berapa?” imbuh KDM.

Diberitakan RMOL sebelumnya, KPAI menemukan indikasi intimidasi di salah satu lokasi pelatihan di Purwakarta. Laporan menyebutkan ada siswa yang dikirim ke barak militer tanpa mengetahui alasannya.

Selain itu, tiga SMP di wilayah tersebut disebut tidak memiliki guru Bimbingan Konseling (BK). Padahal keterlibatan siswa seharusnya berdasarkan rekomendasi untuk kasus pelanggaran seperti merokok atau tawuran.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya