Berita

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono/Istimewa

Politik

Budi Arie Tersandung Judol

Prabowo Cermat Tempatkan Ferry Juliantono Jadi Ketua Harian Satgas Kopdes Merah Putih

SENIN, 19 MEI 2025 | 13:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Nama Budi Arie Setiadi kembali muncul dalam kasus judi online. Saat masih menjabat Menkominfo, Budi Arie diduga menerima jatah 50 persen dari situs web judi online yang tak diblokir.

Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Budi Arie memegang peran strategis sebagai Menteri Koperasi sekaligus Wakil Ketua Satgas Nasional Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. 

Namun posisi penting ini, menurut pengamat politik Rocky Gerung, bisa menjadi hambatan bila status hukum Budi Arie tidak segera diperjelas.


"Budi Arie kini sebagai Menteri Koperasi sedang berupaya menjalankan kebijakan presiden di bidang koperasi dan kalau itu terhalang karena masalah hukum tentu harus ada jalan keluar," ujar Rocky lewat kanal YouTube pribadinya, Senin 19 Mei 2025.

Meski demikian, Rocky menilai Prabowo cukup cermat dalam menyusun pondasi birokrasi yang kuat. Salah satunya dengan menunjuk Ferry Juliantono sebagai Wakil Menteri Koperasi, yang juga dipercaya sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih.

“Beruntung misalnya bahwa presiden sudah menunjuk saudara Ferry Juliantono, Wakil Menteri untuk secara tetap setiap hari memantau perkembangan pembentukan Kopdes Merah Putih," kata Rocky.

Satgas Nasional Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dibentuk sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo untuk membangun sistem ekonomi kerakyatan yang kuat dan berbasis desa. 

Di mana Zulkifli Hasan didapuk sebagai Ketua Satgas, dengan Budi Arie, Yandri Susanto, Tito Karnavian, dan Wahyu Sakti Trenggono sebagai wakil-wakil ketua. 

Sementara jajaran pelaksana harian terdiri dari wakil-wakil menteri dari kementerian terkait, termasuk Wamentan Sudaryono, Wamendagri Bima Arya, Wamendes PDT Riza Patria, dan Wamen-KKP Didit Herdiawan.

Rocky melihat bahwa penataan birokrasi ini merupakan bagian dari usaha Prabowo untuk menghadirkan tata kelola yang efisien, fokus pada program-program konkret, dan mempercepat reformasi ekonomi rakyat.

“Kita lihat bahwa Presiden Prabowo memang hendak menertibkan birokrasinya supaya menjadi efisien untuk mem-backup ide-ide, kebijakan-kebijakan dia yang bersifat kerakyatan dan sosialistis," pungkas Rocky.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya