Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo/Ist

Politik

Kebohongan Jokowi Makin Terang Benderang

SENIN, 19 MEI 2025 | 01:20 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bantahan mantan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Kasmudjo soal pengakuan Joko Widodo alias Jokowi terkait pembimbing skripsi membuat kebohongan Presiden ke-7 RI itu makin terang benderang.

"DPR jangan tuli dan diam dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. DPR harus mendesak Kapolri menangkap Jokowi," kata Direktur Eksekutif Komisi Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I), Tom Pasaribu kepada RMOL, Minggu 19 Mei 2025.

Tom mengatakan, pada sebuah acara silaturahmi dengan dosen dan para mahasiswa kehutanan UGM tanggal 19 Desember 2017 , Presiden Joko Widodo memperkenalkan Kasmudjo sebagai dosen pembimbing skripsinya.


"Namun pada 14 Mei 2025, Kasmudjo membantah pengakuan tersebut. Kasmudjo mengaku tidak pernah menjadi dosen pembimbing skripsi Jokowi. Bahkan Kasmudjo tidak pernah melihat ijazah Jokowi," kata Tom.

Menurut Tom, pengakuan Kasmudjo tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa rumor ijazah palsu adalah benar adanya.

Tom mengingatkan DPR untuk berpikir jauh bahwa akibat dugaan ijazah palsu Jokowi akan mengganggu cita-cita jutaan mahasiswa dan merugikan sarjana yang akan mencari kerja, khususnya di luar negeri, apalagi lulusan dari UGM.

Dalam dugaan ijazah palsu Jokowi tersebut, kata Tom, UGM justru membuka kesadaran publik atas pernyataan Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta yang memastikan Kasmudjo merupakan dosen pembimbing mantan wali kota Solo tersebut.

"Pernyataan dan keterangan Sigit merupakan upaya untuk menggeser substansi pokok perkara. Sudah jelas ada pengakuan  Joko Widodo bahwa Kasmudjo adalah dosen pembimbing skripsinya," pungkas Tom. 

Sebelumnya, Kasmudjo memastikan dirinya bukan dosen pembimbing skripsi Jokowi.

"Bukan sama sekali," kata Kasmudjo kepada wartawan di kediamannya di Pogung, Mlati, Sleman, DIY, pada Rabu sore, 14 Mei 2025.

Kasmudjo menegaskan, dosen pembimbing skripsi Jokowi saat kuliah di Fakultas Kehutanan UGM adalah Prof Sumitro.

"Kalau selama Pak Jokowi kuliah itu saya hanya mendampingi, saya mengikuti yang saya dampingi. Saya tidak tidak boleh membuat atau melakukan pelajaran-pelajaran sendiri," sambungnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya