Berita

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di di Cikeas Art Gallery, Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat/Ist

Nusantara

SBY Hasilkan 350 Karya Lukisan Selama Empat Tahun

MINGGU, 18 MEI 2025 | 23:37 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghasilkan 350 karya lukisan selama empat tahun. Lukisan berada di Cikeas Art Gallery dan Museum dan Galeri SBY-ANI di Pacitan, Jawa Timur.

Hal ini dikatakan SBY saat menerima kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya beserta jajaran di Cikeas Art Gallery milik SBY di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Lukisan yang dibuat SBY memiliki ukuran yang variatif, dari kecil hingga panjang mencapai tiga meter. Di antara lukisan besar tersebut terdapat lukisan yang berjudul "The Day God Test Our Faith and Courage" menggambarkan kejadian tsunami di Aceh berukuran 310 cm x 140 cm yang dilukisnya selama 15 jam.


"Judul lukisan ini bermakna sebuah haru ketika Tuhan menguji keimanan kita dan keberanian kita untuk dapat kembali bangkit," kata SBY dalam siaran pers Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, dikutip Minggu 18 Mei 2025.

SBY mengaku memiliki sejumlah rencana kegiatan kesenian pada 2025, antara lain pada Agustus menggelar "Art Movement", yaitu melukis bersama sejumlah pelukis dari sejumlah institusi seni seperti Institut Seni Indinesia (ISI) Yogyakarta, ISI Solo, Seni Rupa ITB dan IKJ, bertemakan "Indonesia A Country of Peace And Hope".

Masih pada bulan Agustus 2025, SBY juga akan meluncurkan single album musik yang berjudul "Save Our World", sebuah lagu ciptaan SBY yang aslinya berjudul "Untuk Bumi Kita" dan dibawakan oleh 35 penyanyi lintas generasi, di antaranya: almarhumah Titiek Puspa, Vina Panduwinata, Yuni Shara, Sandi Sondoro, Rio Febrian, Cakra Khan, Saykoji, Novia Bachmid, Rizwan Fadilah (Njan) hingga penyanyi cilik berusia tujuh tahun.

Pada September 2025, SBY juga akan menggelar Pameran Lukis Tunggal yang akan memamerkan sekitar 100 lukisan terbaiknya ke hadapan publik.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi sambutan Presiden RI ke-6 yang memiliki multi talenta diberbagai bidang seni.

"Sejalan dengan penugasan dari Presiden Prabowo, kami diamanahkan agar para pekerja seni dapat menghasilkan karya yang semakin berkualitas, sekaligus semakin sejahtera kehidupannya terutama dalam era teknologi dan digital saat ini," kata Teuku Riefky Harsya.

Menteri Ekraf juga menyampaikan pesatnya perkembangan bisnis berbasis Kekayaan Intelektual (Intelectual Property/ IP) saat ini di Indonesia. 

"Salah satu fokus utama Kemenekraf adalah pemdampingan kepada para pegiat ekonomi kreatif, termasuk para seniman untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektualnya," kata Menteri Ekraf.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya