Berita

Momen Soeharto mengumumkan pengunduran diri sebagai presiden.

Politik

Nama Besar Soeharto Tidak Perlu Diglorifikasi sebagai Pahlawan

MINGGU, 18 MEI 2025 | 20:20 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden ke-2 RI Soeharto sudah mendapatkan penghargaan yang sangat layak saat menjabat. Untuk itu, gelar pahlawan nasional tidak diperlukan karena hanya akan menjadi ajang glorifikasi bagi penguasa Orde Baru tersebut.

Begitu disampaikan analis politik dari Motion Cipta (MC) Matrix, Wildan Hakim, menanggapi rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto. Saat ini usulan pemberian gelar sudah sampai di Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat Kementerian Sosial.

"Saat masih aktif sebagai presiden, Pak Harto sudah mendapat julukan Bapak Pembangunan. Bahkan tanda bintangnya sebagai jenderal juga ditambah satu. Ada lima bintang yang tersemat," kata Wildan kepada RMOL, Minggu, 18 Mei 2025.


Dengan begitu, kata Wildan, masyarakat Indonesia sudah mengakui peran penting Soeharto baik sebagai tokoh sipil maupun militer. Bahkan, sebagian besar generasi xenial dan baby booomers mengingat baik jasa-jasa positif Soeharto saat menjalankan amanat sebagai presiden.

"Pertanyaannya, gelar pahlawan ini akan dimaknai sebagai apa? Gelar pahlawan lebih pas diberikan kepada sosok yang berjasa besar pada negeri ini namun belum tervalidasi peran pentingnya," terang Wildan.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia ini menilai, sosok Soeharto sudah tervalidasi peran pentingnya dalam mengendalikan ekonomi, politik, dan sosial Indonesia selama 32 tahun memerintah. Ada jasa-jasa Soeharto yang diakui sebagai prestasi namun ada juga efek-efek kebijakan Soeharto yang menyisakan kontroversi.

"Popularitas dan peran strategis Soeharto untuk menentukan arah pembangunan Indonesia sudah sangat jelas dan kuat. Seingat saya, hanya sosok Soeharto yang wajahnya terukir dalam lembaran mata uang resmi Indonesia saat orangnya masih hidup. Yakni di lembaran uang 50 ribuan yang terbit pada 1993 silam. So we can imagine the power of Soeharto at that time," pungkas Wildan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya