Berita

Uchok Sky Khadafi (kiri)-Budi Gunadi Sadikin (kanan)

Politik

Menkes Budi Gunadi Menghina Negara, Dasar Mulut Comberan!

MINGGU, 18 MEI 2025 | 14:47 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin telah menghina negara karena menyatakan orang yang tidak sehat dan pintar bergaji Rp5 juta per bulan.

"Pensiunan PNS, purnawirawan TNI dan Polri paling tinggi digaji Rp 5 juta oleh negara. Jadi sama saja Budi Gunadi mengatakan negara yang membuat mereka tidak sehat dan pintar?" kata Uchok kepada RMOL, Minggu 18 Mei 2025.

Uchok mengingatkan Menteri Budi bahwa nominal gaji pensiunan PNS yang terbaru diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2024 yang pembayarannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.


Dalam PP itu disebutkan gaji terbesar diterima pensiunan PNS Golongan IVe kisaran Rp1.748.100-Rp4.957.100 sementara tingkat terendah yakni Golongan Ia mendapat Rp 1.748.100-Rp 1.962.200.

Demikian juga dengan purnawirawan Polri. Sebelum PP 8/2024 yang berisi kenaikan 12% gaji pensiunan terbit, pensiunan Polri pangkat Tamtama hanya mendapat gaji Rp1.643.500-Rp 2.220.600, Golongan II atau Bintara Rp1.643.500-Rp 3.024.500, Golongan III atau Pama Rp1.643.500-Rp 3.585.500, Golongan IV atau Pamen Rp 1.643.500-Rp 3.932.600 Golongan V atau Pati Rp1.643.500-Rp4.448.100.

Merujuk aturan yang sama, gaji purnawirawan TNI Golongan 1 sampai 4 ditetapkan dimulai dari Rp1,7 juta per bulan. Tamtama diberikan hingga Rp2,3 juta per bulan, Bintara Rp3,2 juta, lalu Pama diberikan sampai Rp3,8 juta per bulan.

"Siapa yang menetapkan besaran gaji bahkan kurang dari Rp 5 juta? Kan pemerintah, negara. Bayangkan seorang Kolonel yang sudah berdinas 30 tahun hanya menerima gaji pokok Rp5 juta tiap bulan lalu sekarang dibilang tidak sehat dan tidak pintar," kata Uchok.

"Budi Gunadi anda siapa bicara seperti itu. Dasar mulut comberan!" tambahnya.

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut orang bergaji Rp15 juta per bulan lebih pintar dan sehat dibandingkan orang bergaji Rp5 juta per bulan.

Demikian disampaikan Menteri Budi saat membahas visi Indonesia menjadi negara maju pada 2045 dalam diskusi di Menteng, Jakarta, Sabtu 17 Mei 2025.

"Apa sih bedanya orang yang gajinya Rp15 juta sama Rp5 juta? Cuma dua. Satu, dari Rp15 juta pasti lebih sehat dan lebih pintar. Kalau dia enggak sehat dan enggak pintar, enggak mungkin gajinya Rp15 juta, pasti gajinya Rp5 juta," kata Budi.

Budi lantas mengulas aspek ekonomi meski di kabinet Prabowo menjabat sebagai Menkes. Ia menjelaskan Indonesia harus memiliki pendapatan per kapita US$14 ribu atau sekitar Rp15 juta bila ingin menjadi negara berpendapatan tinggi yang saat ini belum tercapai.

"Kalau dia pintar saja tapi enggak sehat sama juga. Kalau dia sehat tapi enggak pintar sama juga. Jadi harus sehat dan pintar," katanya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya