Berita

Rimbo Bugis/Net

Politik

Harus Dihentikan, Gufroni Terlalu Jauh Tunggangi Muhammadiyah

SABTU, 17 MEI 2025 | 17:37 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pengacara mafia tanah Charli Candra, Gufroni dinilai telah menunggangi Muhammadiyah melalui LBH-AP PP Muhammadiyah sudah terlalu jauh, dan harus segera dihentikan demi menjaga marwah dan wibawa organisasi.

"Sikap Gufroni sudah terlalu meresahkan, kita sebagai kader Muhammadiyah melihat perilaku dia merusak reputasi dan wibawa organisasi," kata Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) periode 2018-2024, Rimbo Bugis kepada wartawan, Sabtu 17 Mei 2025.

Menurutnya Gufroni sudah diingatkan untuk tidak menggiring Muhammadiyah secara ugal-ugalan saat berada dalam struktur kepengurusan.


"Ada Pak Busyro (Busyro Muqoddas) katanya berbicara kalau saya (Rimbo Bugis) dan saudara Nurlete bukan warga Muhammadiyah. Saya tidak yakin pernyataan itu dari Pak Busyro yang bicara, jangan-jangan itu akal-akalan Gufroni saja," ujar Rimbo.

Dia menambahkan kalau Gufroni orang yang suka mendramatisir sesuatu, sebab dia bukan kader murni yang di kaderisasi langsung melalui ortom-ortom Muhammadiyah seperti IMM dan IPM.

Bagi Rimbo, Gufroni tidak lebih dari seorang eksodus yang berhijrah masuk Muhammadiyah untuk mencari jati dirinya.

"Dia itu hanya kader titipan dan bukan kader murni Muhammadiyah. Kita ini berdarah-darah berproses dari bawah, yang dikaderkan untuk membesarkan Muhammadiyah, bukan lompat masuk mencari makan di Muhammadiyah seperti Gufroni dan kelompoknya," tegas Rimbo.

Masih kata Rimbo, kini Gufroni tampil di ruang publik bersandiwara seakan dia sedang difitnah, merekayasa situasi untuk mencari simpati kembali dari warga Muhammadiyah.

"Diskursus di internal kader tentang sikap dan karakter orang-orang seperti Gufroni ini yang suka memanfaatkan Muhammadiyah sudah usang sebenarnya, hanya bedanya sekarang diumbar ke publik," tuturnya.

Bila Gufroni ingin mencari keadilan dan kepastian hukum bagi siapapun termasuk mafia tanah harus datang ke pengadilan. Artinya, bukan menggiring Muhammadiyah untuk membangun opini seakan-akan yang dia bela adalah orang terzalimi padahal orang tidak benar yang selalu kalah di pengadilan.

"Kalau Gufroni tidak senang, silahkan berurusan di pengadilan adu argumentasi hukum, bukan cari sensasi di luar agar dijuluki pahlawan," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya