Berita

Aksi mahasiswa menyerukan narasi Indonesia Gelap di Jakarta/RMOL

Politik

Aksi Indonesia Gelap Rentan Ditunggangi Agenda Tersembunyi

SABTU, 17 MEI 2025 | 14:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Narasi ‘Indonesia Gelap’ yang belakangan masih bermunculan di media sosial rentan ditunggangi kepentingan tertentu.

Narasi ini awalnya muncul dari keresahan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Namun belakangan cukup mengkhawatirkan dan berpotensi membuat publik semakin gaduh.

Gerakan ini dinilai sarat kepentingan asing yang ingin mendikte arah kebijakan Indonesia, terutama dalam upaya intervensi terhadap pembangunan nasional dan hilirisasi sumber daya alam (SDA).


“Ketika Indonesia bangkit, pihak asing selalu berusaha dengan segala cara untuk menghambatnya. Kita harus sadar bahwa isu ini bukan muncul secara organik dari rakyat, tapi sarat rekayasa pihak luar,” kata Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharudin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 17 Mei 2025.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal yang khawatir aksi Indonesia Gelap berisiko ditunggangi pihak-pihak tertentu dan memiliki agenda terselubung.

“Aksi ini berisiko ditunggangi pihak-pihak tertentu yang memiliki agenda terselubung. Situasi seperti ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan konflik horizontal dan mengganggu proses pembangunan nasional yang tengah berjalan,” jelas Cucun.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa tantangan provokasi harus dijawab dengan tindakan nyata dan kerja kolektif lintas sektor.

Narasi ‘Indonesia Gelap’ bertentangan dengan semangat optimisme dan pembangunan yang sedang digalakkan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar.

“Narasi ‘Indonesia Gelap’ jelas bertentangan dengan semangat optimisme dan pembangunan yang sedang digalakkan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya