Berita

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menghadiri agenda Pertemuan Menteri Pendidikan APEC (AEMM) ke-7 di Jeju, Korea Selatan/Ist

Dunia

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Sampaikan Visi dan Program Prioritas di Pertemuan AEMM

SABTU, 17 MEI 2025 | 00:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dalam salah satu agenda Pertemuan Menteri Pendidikan APEC (AEMM) ke-7 di Jeju, Korea Selatan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menyampaikan visi dan program prioritas.

Bersama beberapa Menteri Pendidikan dari negara lain, Mendikdasmen mengikuti pertemuan bilateral. Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Korea Selatan, Lee Ju-ho yang sekaligus Penjabat sementara Presiden dan Wakil Perdana Menteri Korea Selatan.

Mendikdasmen menyampaikan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yaitu Pendidikan Bermutu untuk Semua serta beberapa program prioritas, seperti wajib belajar 13 tahun sejak taman kanak-kanak dan digitalisasi pendidikan. 


Menurut Abdul Mu'ti, digitalisasi pendidikan adalah salah satu cara untuk merealisasikan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua di tengah berbagai tantangan yang dihadapi ekosistem pendidikan.

"Digitalisasi Pendidikan, yang di dalamnya ada kecerdasan buatan (Artificial Intelegent atau AI), coding, dan pembelajaran mendalam, merupakan upaya kita untuk memenuhi layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua," kata Abdul Mu'ti.

Abdul Mu'ti menambahkan, saat ini sudah ada kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Korea Selatan, salah satunya melalui Tim Enuma Korea Selatan dalam bentuk platform pembelajaran untuk anak usia dini.

Merespons pernyataan tersebut, Menteri Lee Ju-ho merasa tertarik untuk bekerja sama dengan Indonesia, terutama penerapan pembelajaran digital. 

Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk bermitra dengan Indonesia dalam memajukan pendidikan, termasuk mendukung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui digitalisasi pembelajaran sehingga layanan pendidikan dapat juga dirasakan oleh masyarakat di daerah terpencil atau tertinggal.

Menteri Lee Ju-ho sempat berbagi pengalaman terkait pengalaman Korea Selatan dalam memajukan pendidikan. 

Ia menyampaikan bahwa Korea Selatan memiliki permasalahan serupa terkait pemerataan pendidikan di daerah-daerah terpencil, seperti Jeju misalnya. Di sana, ia berbagi tentang tantangan apa saja yang dihadapi dalam kondisi tersebut, sekaligus juga solusi yang bisa dijalankan.




Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya