Berita

Area proyek PLTS Indramayu di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Indramayu/RMOL

Nusantara

Perusahaan Subkontraktor Buka Suara soal Polemik Proyek PLTS Indramayu

JUMAT, 16 MEI 2025 | 11:42 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pada 24 November 2024, PT. Bhima Putra Teknik (BPT) bersama PT Graha Industrial Estate Indonesia melakukan pemberian uang kerohiman kepada warga Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Indramayu yang menandai dibangunnya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Proyek yang direncanakan siap menghasilkan tenaga listrik 1000 megawatt itu kini belum jelas juntrungannya.

Hasil penelusuran RMOL ke Desa Mekarwaru pada Minggu, 4 Mei 2025 mendapati lahan sekitar seluas 120 hektare itu kosong alias tak ada aktivitas pembangunan proyek.


Berdasarkan keterangan warga yang pernah bekerja di proyek tersebut saat ini tidak ada aktivitas lagi.

“Awalnya warga senang, tapi lama kelamaan bertanya-tanya, ini jadi apa nggak? (awalnya) Kayak betulan tapi ternyata zonk semua. Ada beberapa pekerja belum dibayar,” kata Ujang, seorang Ketua RW yang pernah menjadi security proyek itu.

Ia lantas menyampaikan bahwa sejumlah warga mengalami beberapa kerugian dari aktivitas proyek. Mulai dari sejumlah warung yang belum dibayar hingga pekerja yang belum dibayar gajinya.

Dari Ujang pula, redaksi mendapati nama Puput Wijianti, seorang pemilik perusahaan subkontraktor yang juga sudah mengeluarkan uang hingga Rp600-700 jutaan.

Puput akhirnya membuka suara perihal proyek tersebut. Melalui kuasa hukumnya, Puput tengah mengusahakan pengembalian dana yang awalnya digunakan untuk pembangunan awal proyek tersebut.

“Kita sudah somasi, somasi kedua, tinggal laporan (ke polisi) saja cuma belum jadi. PT Bhima katanya janji minggu depan, minggu depan (mau dikembalikan). Sekitar Rp600-700 jutaan tapi yang diakui mereka hanya yang masuk ke rekening mereka saja, sekitar Rp271 juta,” kata Puput saat dihubungi RMOL, Kamis, 15 Mei 2025.

“Kita hanya Subkon, makanya saya aneh gitu, kok Subkon terus dimintain uang gitu ya, waktu itu pertama katanya untuk kerohiman. Oke lah, terus selalu menjanjikan itu besok itu jalan gitu, saya sering dijanjikan begitu terus gitu,” tambahnya.

Namun hingga kini, proyek tidak berjalan. Ia pun menangkap kesan bahwa dilibatkan subkon ini hanya untuk mengambil dana saja.

 “Saya kan nggak ngerti perizinannya udah sampai di mana nih gitu? Karena kita tanya waktu, baru jawabannya berbelit-belit gitu lah sampai akhirnya saya minta mereka jujur aja,” jelasnya.

Redaksi untuk kesekian kali menghubungi pihak PT BPT terkait polemik ini.

Namun, Direktur Pelaksana PT BPT bernama Suko tidak menunjukan gelagat kooperatif saat ditanyai kelanjutan proyek.

“Sudah diurus kuasa hukum Bhima Putra pak. Silakan ke kuasa hukum, ini sudah ditangani oleh kuasa hukum PT BPT,” jawab Suko melalui pesan elektronik.

Sementara Dirut PT BPT Suwihara dalam keterangan melalui video yang diunggah kanal Youtube Satelit TV 3 Indonesia membantah soal adanya pemberitaan telah merugikan warga.

“Kami dari PT Bhima Putra Teknik saat ini masih berjalan dalam tahap penyelesaian perizinan. Pertama itu, kenapa? Karena kita perusahaan yang selalu taat hukum dan mengerti aturan dan tidak ingin melakukan tindak pidana pelanggaran-pelanggaran peraturan baik pemerintah daerah maupun pusat,” kata Wira akrab disapa.

“Saat ini perizinan sudah 90 persen, tersisa 10 persen yang harus kita selesaikan. Saat ini kita masih berproses ke Perhutani pusat dan lain-lain,” tambahnya. 

Terkait adanya pengakuan warga yang dirugikan dari adanya aktivitas proyek itu, PT BPT telah mengutus kuasa hukum untuk menelusuri di lapangan.

“Kita tidak melanggar, kalau yang dimaksud pelanggaran adalah oknum ini menyatakan bahwa kita merugikan warga. Ini kita lagi bingung, kita lagi konsultasi, koordinasi dengan para pengacara PT. Bhima, tolong diselesaikan baik-baik, kalau tidak bisa diselesaikan baik-baik tolong diambil tindakan hukum,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya