Berita

Mahfud MD/Ist

Politik

TNI Jaga Kejaksaan Tanda Ada Masalah Serius di Internal Penegak Hukum

JUMAT, 16 MEI 2025 | 10:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, angkat suara soal penugasan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjaga kantor-kantor kejaksaan.

Menurutnya, situasi ini bukan hal yang wajar dan bisa menjadi indikasi adanya pergolakan serius di internal lembaga penegak hukum, baik di tubuh Kejaksaan, TNI, maupun dalam relasi antarlembaga seperti kepolisian dan kejaksaan.

"Menurut saya tidak normal. Mungkin ada sesuatu pergolakan politik di internal atau pergolakan internal kejaksaan atau TNI barangkali, terutama antara kepolisian dan kejaksaan," kata Mahfud seperti dikutip redaksi melalui kanal YouTube, Jumat 16 Mei 2025.


Mahfud mengungkapkan bahwa sejak ia menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, ketegangan antara Polri dan Kejaksaan sudah terlihat jelas.

Bahkan, saat itu ia tidak bisa memanggil Jaksa Agung dan Kapolri dalam satu forum yang sama. 

“Pasti mereka minta waktu yang beda, mereka datang, tapi tidak di forum yang sama," tegasnya.

Menurut Mahfud, kondisi ini semakin terlihat nyata setelah pemerintahan baru terbentuk. Ia menilai lembaga penegak hukum kini justru saling melempar tanggung jawab dalam menangani kasus-kasus besar. 

Salah satunya kasus judi online yang hingga kini belum ada kejelasan penanganannya. Contoh lainnya ada kasus-kasus besar yang mandek di kepolisian, sehingga tidak bisa dilanjutkan ke kejaksaan. 

"Pemerintah tampaknya sudah menyadari persoalan ini,” jelasnya.

Mahfud menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia menyerukan perlunya langkah serius dan cepat untuk memperbaiki hubungan antar lembaga penegak hukum. 

“Oleh sebab itu memang harus ada langkah memperbaiki ini karena bangsa yang dipertaruhkan," pungkas mantan Hakim Mahkamah Konstitusi itu.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya