Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Kebutuhan Dunia Meningkat, Komoditas Timah RI Punya Prospek Cerah

KAMIS, 15 MEI 2025 | 14:00 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebagai produsen timah terbesar ketiga di dunia, Indonesia memiliki masa depan yang cerah lantaran komoditas tersebut semakin diinginkan pasar dunia. 

Direktur Utama BUMN Holding Industi Pertambangan atau MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyebut, pasar timah akan terus meningkat ke depan karena sampai saat ini belum ada komoditas lain yang dapat menggantikan timah.

Hingga saat ini, komoditas timah begitu krusial bagi berbagai sektor industri, mulai dari elektronik, kimia, kaca sampai industri-industri besar lainnya.


“Karena itu, kebutuhan pasar terhadap timah akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Maroef dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Jakarta pada Rabu, 14 Mei 2025. 

Meski begitu, Maroef menyebut, saat ini produksi timah Indonesia justru menurun. Padahal Indonesia adalah negara produsen timah terbesar ketiga di dunia setelah Peru dan China.

Pada 2023, produksi timah Indonesia mencapai 65.000 ton atau 17,5 persen dari pasokan timah di pasar global. Kemudian pada 2024, produksi timah Indonesia menyusut menjadi 45.000 ton atau 12 persen dari pasokan timah dunia.

Menurut Maroef, penurunan produksi timah tersebut disebabkan oleh banyak faktor di antaranya penambangan ilegal (illegal mining) dan perdagangan ilegal (illegal trading/commerce).

Akibat merosotnya produksi timah RI tersebut, Maroef menuturkan, harga timah global mengalami kenaikan dari harga rata-rata 26.583 dolar AS per ton pada 2023, menjadi 31.164 dolar AS per ton pada 2024.

"Hal tersebut membuktikan pengaruh pasokan timah Indonesia terhadap pasar global," pungkas Maroef.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya