Berita

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid/RMOL

Politik

Indonesia Spam Call Tertinggi Kedua di Dunia, Menkomdigi Dorong Penataan SIM Card

KAMIS, 15 MEI 2025 | 16:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

RMOL. Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat panggilan spam tertinggi kedua di dunia setelah Chile, berdasarkan temuan Global Call Threat Report kuartal III tahun 2023. 

Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan pentingnya penataan ulang tata kelola kartu SIM untuk menekan maraknya penyalahgunaan nomor telepon, termasuk untuk kejahatan digital seperti penipuan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol).

"Makanya kemarin kan kita mau ngatur SIM card ya, jadi mohon dukungan, jadi ketika kita mengatur itu bukan ingin menyulitkan masyarakat. Di antaranya kita meminta kepada operator untuk menegakkan bahwa per-NIK itu maksimal tiga, itu harus dilakukan pemutakhiran data oleh operator," kata Meutya kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis, 15 Mei 2025.


Menurut Meutya, saat ini tercatat ada 315 juta kartu SIM yang beredar di Indonesia, sementara jumlah penduduk hanya sekitar 280 juta. Selisih tersebut, menurutnya, perlu ditelusuri lebih lanjut karena bisa saja menandakan adanya penyalahgunaan data atau kepemilikan SIM card ganda yang tidak wajar.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan keamanan, Meutya juga mendorong penggunaan eSIM, meskipun tidak diwajibkan. 

“Kalau yang sudah ada standar eSIM-nya, kita dorong, tidak ada kewajiban, kita himbau untuk migrasi. Karena itu salah satunya untuk juga pengamanan. Karena ada data biometrik yang dilakukan untuk memastikan bahwa orang ini benar dengan NIK yang tepat,” jelasnya.

Terkait sumber utama spam call, Meutya menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman data bersama para operator seluler. 

“Ini kita sedang kerja sama dengan operator. Kita mendorong operator untuk melakukan pendataan ulang, pemutakhiran data. Kalau mereka menemukan ada satu NIK dengan banyak nama, ya harus dibereskan,” ujarnya.

Temuan Global Call Threat Report kuartal III tahun 2023 dari Hiya, perusahaan keamanan komunikasi berbasis di Amerika Serikat menyebut ll 56,5 persen dari seluruh panggilan tak dikenal yang diterima oleh pengguna ponsel di Indonesia tergolong spam.

Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat panggilan spam tertinggi kedua di dunia, hanya terpaut tipis dari Cile yang mencatatkan angka 57 persen.

Di bawah Indonesia, terdapat Argentina dan Hong Kong dengan masing-masing 56 persen, serta Brasil di posisi berikutnya dengan 46 persen.

Secara global, satu dari empat panggilan tak dikenal yang diamati sepanjang Juli hingga September 2023 dikategorikan sebagai spam. Selama periode tersebut, Hiya mencatat 6,55 miliar panggilan spam di 39 negara, setara dengan 73 juta panggilan per hari.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya