Berita

Menteri Hukum Pakistan atau Minister of State For Law and Justice Aqeel Malik di Kompleks DPR, Senayan, Kamis,15 Mei 2025/RMOL

Dunia

Pakistan Klaim Cinta Damai tapi India Memperburuk Situasi

KAMIS, 15 MEI 2025 | 16:15 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Hukum Pakistan atau Minister of State For Law and Justice Aqeel Malik menerangkan bahwa peristiwa yang terjadi antara Pakistan dan India karena adanya pola pikir Islamofobia hingga terjadi provokasi.

Aqeel menegaskan Pakistan melakukan serangan ke India sebagai bentuk tindakan bela diri, bukan sebagai pihak yang memulai konflik. 

“Kami adalah negara yang cinta damai. Kami menginginkan hubungan baik dengan semua negara, dan apa yang kami lakukan hanyalah tindakan bela diri,” kata Aqeel di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR, Senayan, Kamis,15 Mei 2025.


Pihaknya menegaskan bahwa Pakistan bukanlah agresor dari konflik tersebut, dan menyerukan persatuan umat muslim yang ada di dunia.

“Kami tidak hanya berharap, tetapi juga yakin bahwa umat Muslim mendukung kami. Semua negara Muslim mendukung cara Pakistan menangani agresi ini yang berpotensi mengganggu stabilitas dan keamanan kawasan,” jelasnya.

Menurutnya, dalam konflik ini India selalu memancing emosi Pakistan, dan banyak negara muslim yang mendukung langkah Pakistan. 

“India jelas memperburuk situasi, namun kami mendapat dukungan dari negara-negara tetangga, negara Teluk, termasuk China, Amerika Serikat, Uni Eropa, Arab Saudi, Qatar, bahkan Iran dan negara-negara lainnya di kawasan ini dan di luar kawasan,” katanya.

“Mereka semua mendukung sikap Pakistan, dan kami menyambut serta menghargai dukungan itu. Kami juga menyoroti penderitaan rakyat Palestina dan apa yang sedang mereka alami saat ini,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya