Berita

Pengamat politik Rocky Gerung/Istimewa

Politik

TNI Kawal Kejaksaan, Rocky Gerung: Presiden Ingin Penanganan Korupsi Lebih Efisien

KAMIS, 15 MEI 2025 | 06:47 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pengerahan prajurit TNI untuk menjaga seluruh kantor Kejaksaan di Indonesia harus dibaca sebagai kewaspadaan atau kesiagaan dari Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan pemberantasan korupsi setara dengan targetnya untuk memakmurkan negeri ini.

"Karena tesisnya (Prabowo) adalah negeri ini dirampok sehingga rakyat miskin," ucap pengamat politik Rocky Gerung dalam kanal YouTube "Rocky Gerung Official", Rabu 14 Mei 2025.

Menurut Rocky, upaya ini terlihat sebagai program ideologis. Karena di dalam penugasannya terbaca satu misi. Yaitu misi bahwa kekayaan negara itu tidak boleh dihalangi untuk tiba di dapur setiap manusia Indonesia, tiba sebagai pendapatan bagi manusia Indonesia. 


"Jadi kelihatannya memang sudah dihitung bahwa disparitas atau kesenjangan pendapatan itu disebabkan terutama oleh tidak terdistribusinya kekayaan Indonesia oleh korupsi yang terjadi. Karena bagi Prabowo, memberantas korupsi hari ini itu dasarnya adalah untuk mempercepat kelambanan pemberantasan korupsi di era sebelumnya, tentu saja era Pak Jokowi," papar Rocky.

"Jelas bahwa isu penempatan TNI adalah upaya untuk menghasilkan secepat-cepatnya pemulihan keadilan," sambungnya. 

Bahwa upaya tersebut kemudian menjadi kontroversi, menurut Rocky itu hal yang biasa saja. 

Karena seolah-olah aksi pemberantasan korupsi oleh Pak Jokowi itu tak berjalan seperti yang diharapkan.

Sehingga Prabowo dinilai ingin mempercepat upaya pemberantasan korupsi dengan menjamin bahwa keamanan pemeriksaan, penyidikan, atau penuntutan di pihak Kejaksaan itu harus efisien atau efektif. Tidak boleh terhalang oleh intervensi atau gangguan dari pihak luar. 

"Jadi itu mungkin yang jadi alasan kenapa Kejaksaan harus diproteksi, bahkan dengan cara yang agak dramatis diproteksi oleh TNI," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya