Berita

Fasilitas KTM di Mattighofen, Austria/Dok KTM

Otomotif

PHK 1.850 Karyawan, KTM Terancam Bangkrut

KAMIS, 15 MEI 2025 | 02:31 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pabrikan motor asal Austria, KTM, disebut-sebut tengah di ambang kebangkrutan. Penurunan pendapatan yang signifikan telah memaksa perusahaan otomotif dunia itu melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan mereka.

Tak hanya itu, pabrikan motor yang aktif di ajang balapan MotoGP itu pun juga dikabarkan akan melepas divisi sepeda mereka tahun ini.

Dikutip dari MCN, Rabu 14 Meri 2025, perusahaan induk KTM, Pierer Mobility, mengungkap kerugian sebelum pajak sebesar 1,28 miliar euro atau sekitar Rp21,76 triliun. 


Kondisi makin berat bagi KTM karena pendapatan juga merosot hingga 29,4 persen, dari 2,66 miliar euro (Rp45,22 triliun) pada 2023 menjadi 1,88 miliar euro (Rp31,96 triliun) pada 2024. Bahkan, utang bersih pun membengkak hingga 1,64 miliar euro (Rp27,88 triliun).

Adapun Grup Pierer hanya menjual 292.497 sepeda motor pada tahun lalu, turun 21 persen dari 372.511 pada 2023. Lebih dari 60 ribu di antaranya dijual melalui mitra India Bajaj dan pasar Eropa, atau 38 persen dari total penjualan. 

Sementara itu, Amerika Utara menyumbang 24 persen, dengan India dan Indonesia berbagi 21 persen. Pierer Mobility butuh suntikan dana segar sebesar 600 juta euro (Rp10,2 triliun) untuk bisa melanjutkan bisnisnya.

Lebih jauh lagi, proses produksi di pabrik Mattighofen, Austria, juga telah dihentikan sejak Desember 2024. Produksi baru dimulai kembali dimulai pada pertengahan Maret 2025 berkat suntikan dana 150 juta euro (Rp 2,55 triliun) dari Bajaj. 

Akibatnya, jumlah karyawan pun terus terpangkas. Hingga Desember 2024, jumlah staf turun 874 orang dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 750 orang lagi diberhentikan pada awal 2025 dan 220 orang lagi diperkirakan akan diberhentikan menyusul rencana penjualan MV Agusta. Secara keseluruhan, KTM telah mem-PHK 1.850 orang.

Lebih parah lagi, menurut MCN, Pierer Mobility akan keluar sepenuhnya dari pasar sepeda pada 2025 ini. Mereka juga akan menjual saham sepeda listrik Husqvarna dan GasGas, serta meninjau kembali 70 persen sahamnya di merek Felt.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya