Berita

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu/RMOL

Bisnis

Wamen Todotua: Pemalakan Proyek Meresahkan dan Ganggu Iklim Investasi

KAMIS, 15 MEI 2025 | 00:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah menyesalkan adanya dugaan kasus pemalakan yang dilakukan oleh oknum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan sejumlah ormas di Proyek Strategis Nasional (PSN) di Cilegon, Banten.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu mengatakan, kasus pemalakan seperti yang terjadi di PT Chandra Asri Alkali (PT CAA) di Cilegon, sangat meresahkan dan mengganggu iklim investasi. Terlebih aksi premanisme itu juga banyak dialami perusahaan atau proyek di tempat lain.
 
"Ini sudah beberapa bulan ramai kita dengar bahwa terjadinya aksi-aksi (premanisme), baik itu dari kelompok masyarakat maupun organisasi dan lain-lain yang itu cukup meresahkan, mengganggu terhadap kegiatan iklim investasi," kata Wamen Todo pada konferensi pers di Jakarta, Rabu 14 Mei 2025.


Todotua menegaskan, kasus minta jatah proyek sebesar Rp5 triliun di pabrik kimia chlor alkali-ethylene dichloride (CA-EDC) PT CAA ini menjadi langkah awal pemerintah untuk menyelesaikan kasus pemalakan-pemalakan tersebut.

"Dan memang dengan kejadian yang ada di Chandra Asri ini menjadi suatu tonggak kita untuk benar-benar secara komprehensif dan kami juga dari pemerintah pusat, Kementerian Investasi dan Hilirisasi ini, untuk segera menyikapi ini secara langsung," tegas Todotua.

"Ini adalah refleksi kita berbicara dalam konteks nasional yang sudah berbulan-bulan situasi ini banyak terjadi, tidak hanya di provinsi Banten tapi banyak di provinsi lain juga. Jadi kita mau lihat bagaimana ini langkahnya ke depannya, konsolidasinya bagaimana, kita bisa menyelesaikan isu ini," tambahnya.

Menurut Todotua, upaya memerangi maraknya kasus premanisme di industri dalam negeri ini bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang aman bagi para pengusaha dan investor. 
 
"Tujuannya kita harus memberikan, negara harus memberikan jaminan, baik ke dalam maupun ke luar, terhadap investasi di negara kita adalah investasi yang kondusif dan kompetitif," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya