Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net

Dunia

Presiden Prancis Dukung Pelarangan Jilbab dalam Kompetisi Olahraga

RABU, 14 MEI 2025 | 14:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan dukungannya terhadap pelarangan jilbab dalam kompetisi olahraga, menegaskan bahwa ajang olahraga bukan tempat untuk menampilkan simbol-simbol keagamaan.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi TF1 pada Rabu, 14 Mei 2025, Macron menyebutkan bahwa dirinya mendukung prinsip dalam Piagam Olimpiade yang secara eksplisit melarang pemakaian simbol keagamaan dalam kompetisi olahraga.

“Saya mendukung Piagam Olimpiade, yang melarang pemakaian semua simbol keagamaan dalam kompetisi,” ujar Macron.


Ia menegaskan perbedaan antara latihan olahraga di fasilitas umum dan partisipasi dalam kompetisi resmi, dengan mengatakan bahwa keputusan terkait pelarangan jilbab diserahkan kepada masing-masing federasi olahraga.

“Ketika Anda berada dalam sebuah kompetisi, itu bukan tempat untuk simbol keagamaan. Saya menyerukan pragmatisme, karena hukum Prancis tidak melarangnya," kata dia.

Pernyataan Macron ini muncul di tengah perdebatan nasional yang telah berlangsung lama di Prancis mengenai sekularisme (laïcité) dan kebebasan beragama, terutama terkait hak perempuan Muslim mengenakan jilbab di ruang publik.

Dalam wawancara yang sama, Macron juga menyinggung kemungkinan penyelenggaraan referendum terkait berbagai isu penting, termasuk imigrasi, reformasi pensiun, bantuan untuk kematian (euthanasia), dan keuangan publik.

“Idenya adalah kita dapat berkonsultasi dengan sesama warga negara mengenai reformasi ekonomi atau sosial yang besar. Antara sekarang dan Juni, pemerintah akan mengusulkan beberapa reformasi, dan kemudian saya akan melihat yang mana,” jelasnya.

Meski Macron menolak kemungkinan referendum untuk mencabut reformasi pensiun yang kontroversial dan menganggap referendum imigrasi kurang efektif, ia membuka peluang bagi referendum soal bantuan untuk kematian jika terjadi kebuntuan politik, serta kemungkinan referendum mengenai keuangan publik.

Pernyataan ini mempertegas arah politik Macron menjelang paruh kedua masa jabatannya, di tengah sorotan publik terhadap isu-isu kebebasan individu dan integrasi sosial di Prancis.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya