Berita

Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan/RMOL

Politik

Pemilu Makin Brutal Jika DKPP Dibubarkan

SELASA, 13 MEI 2025 | 16:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tanpa keberadaan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), diprediksi menjadi arena pertarungan politik yang brutal.

Direktur Eksekutif Citra Institute, Yusak Farchan menilai, pemilu masih dipercaya publik selama DKPP hadir sebagai satu kesatuan dari dua lembaga penyelenggara pemilu lainnya, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). 

Menurutnya, wacana pembubaran yang disampaikan di Komisi II DPR tidak berdasar.


"Usulan pembubaran DKPP saya kira tidak punya argumentasi yang kuat. Justru DKPP penting untuk menjaga marwah pemilu," ujar Yusak kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, pada Selasa, 13 Mei 2025.

Dia berpendapat, wacana yang keluar dari Komisi II DPR menggambarkan adanya permasalahan profesionalisme penyelenggara pemilu.

"Banyak anggota KPU-Bawaslu daerah yang kasak kusuk melobby DKPP agar tidak dijatuhi vonis berat saat terkena kasus etik," sambungnya menjelaskan.

Calon doktor politik Universitas Nasional (UNAS) itu mengkhawatirkan pelaksanaan pemilu selanjutnya, apabila DKPP benar-benar dibubarkan.

"Kalau nggak ada DKPP, makin nggak terkontrol itu permainan KPU-Bawaslu. Artinya DKPP ditakuti," tuturnya.

Lebih dari itu, Yusak meyakini kredibilitas penyelenggara pemilu akan tidak bisa diawasi, dan fatalnya hasil Pemilu tidak akan dipercaya masyarakat apabila DKPP ditiadakan.

"Pemilu, terutama pileg, sudah menjadi arena pertarungan brutal peserta pemilu, bahkan dalam beberapa kasus melibatkan penyelenggara pemilu," ucapnya.

"Nah kalau nggak ada yang menegakkan kode etik penyelenggara, pemilu bisa makin brutal," demikian Yusak menambahkan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya