Berita

Dari kiri ke kanan: Mayjen TNI (Purn) Prijanto, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dan Bambang Wiwoho. Foto FB Bambang Wiwoho.

Politik

Try Sutrisno: Yang Penting Saya Tidak Jual Negara

SELASA, 13 MEI 2025 | 14:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Usia lanjut tidak membuat Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno berubah. Mantan Wakil Presiden dan Panglima TNI itu tetap memiliki semangat juang dan sikap kritis.

Informasi ini disampaikan wartawan senior Bambang Wiwoho. Kemarin, Senin 12 Mei 2025, Bambang bersama Prijanto yang merupakan salah satu tokoh TNI dengan jabatan terakhir Aster KSAD dengan pangkat Mayor Jenderal sowan ke kediaman Try Sutrisno di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Selain untuk bersilaturahmi keduanya datang untuk mengobrol santai, tanda kepedulian pasca nama Try Sutrisno banyak jadi bahan pemberitaan belakangan ini.


"Saya nggak apa-apa kok dikatain macam-macam. Yang penting saya tidak jual negara," ucap Try Sutrisno di depan pintu seperti ditirukan Bambang saat dirinya bersama Mayjen TNI (Purn) Prijanto pamitan.

Try Sutrisno, kata Bambang, nampak segar dan sehat. Semangat juang dan sikap kritisnya terhadap keadaan bangsa dan negara ibarat api nan tak kunjung padam. Try Sutrisno bercerita banyak hal mulai dari kenangan pribadi hingga delapan butir tuntutan purnawirawan prajurit TNI yang ikut ditandatanganinya.

"Masya Allah sebagai orang besar, mantan Pangab dan mantan Wapres beliau mengingatnya. Di usianya yang jelang 90an menyebutkan nama teman seperjuangan nyaris ingat semua. Beberapa kali juga menyebut delapan tuntutan dengan rinciannya, dengan penekanan yang paling urgent dan mendasar adalah kembali ke UUD 1945 untuk selanjutnya disempurnakan dengan cara addendum," ujar Bambang Wiwoho.

Tujuh butir tuntutan purnawirawan lainnya yang disinggung dengan kritis oleh Try Sutrisno adalah soal dampak Amandemen Undang Undang Dasar tahun 2002. Try Sutrisno mewanti-wanti agar kita mewaspadai serta mengantisipasi kecenderungan yang semakin memburuk pasca Amandemen tersebut.

Dari tujuh butir lainnya yang menurut Try Sutrisno juga perlu diwaspadai yakni potensi invasi senyap dari tenaga kerja asing. Sebab jika dimobilisasi bisa menjadi tidak kurang dari 60 bataliyon asing yang mengancam negara dan bangsa.

"Semoga Pak Try dianugerahi tetap sehat, bahagia dan berkah melimpah mendampingi bangsa Indonesia mengatasi kecenderungan buruk tadi. Amin," demikian kata Bambang Wiwoho.

Diketahui, nama Try Sutrisno jadi bahan perbincangan menyusul pernyataan sikap Forum Purnawirawan TNI yang menarik perhatian lantaran salah satu tuntutannya meminta agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diganti. Dokumen pernyataan sikap ditandatangani oleh 103 jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal dan 91 kolonel. Try Sutrisno tertanda mengetahui tuntutan ini.

Dokumen tuntutan dibacakan mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko di acara Silaturahmi Purnawirawan Prajurit TNI dengan tokoh masyarakat pada 17 April 2025. Pernyataan sikap tersebut lalu ditayangkan dalam siaran di sejumlah akun YouTube.

Adapun delapan tuntutan purnawirawan prajurit TNI yakni kembali ke UUD 1945 asli sebagai dasar tata hukum politik dan pemerintahan; dukungan terhadap program Kabinet Merah Putih (Asta Cita), kecuali untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN); penghentian proyek strategis nasional (PSN) seperti PIK 2 dan Rempang yang dinilai merugikan rakyat dan merusak lingkungan; penolakan tenaga kerja asing asal Cina, serta desakan agar seluruh TKA ilegal dipulangkan; penertiban pengelolaan tambang yang dinilai tidak sesuai dengan Pasal 33 Ayat 2 dan 3 UUD 1945.

Kemudian, reshuffle menteri yang terindikasi korupsi, dan pemutusan hubungan dengan aparat yang masih loyal pada kepentingan Presiden RI ke-7; Pengembalian fungsi Polri pada urusan Kamtibmas di bawah Kemendagri, dan terakhir penggantian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka karena keputusan MK yang dinilai melanggar hukum dan etika peradilan.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Board of Peace: Pergeseran Rational Choice ke Pragmatisme Politik

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:45

Ketua BEM UGM Dituduh LGBT Hingga Sering Nyewa LC

Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:25

Kawasan Industri Jateng Motor Baru Transformasi Ekonomi Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:58

Ustaz Adi Hidayat Sambangi Markas Marinir

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:42

Ketua BEM UGM: Semakin Ditekan, Justru Kami Semakin Melawan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:26

Praktisi Hukum: Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bisa jadi Alat Kriminalisasi Pengusaha

Sabtu, 21 Februari 2026 | 02:06

PBNU dan Majelis Alumni IPNU Peroleh Wakaf Alquran di Bulan Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:45

Kejagung Tegaskan Hukuman Mati ABK di Kasus Narkoba sesuai Fakta Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:30

Mantan Danyon Sat 71.2 Kopassus Jabat Dandim 0509 Kabupaten Bekasi

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:15

KPK Bakal Kulik Dugaan Aliran Uang Suap Importasi ke Dirjen Bea Cukai

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya