Berita

Warren Buffett/Net

Bisnis

Jurus Warren Buffet, Suka Membeli Barang Berkualitas yang Sedang Didiskon

SELASA, 13 MEI 2025 | 14:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Miliarder dan filantropis asal Amerika Serikat (AS) Warren Buffett dikenal dengan gaya hidupnya yang cukup hemat dan dan sangat pintar mengatur keuangan.

Dikutip dari Yahoo Finance, Selasa 13 Mei 2025, setidaknya ada tujuh kebiasaan hemat yang diterapkan CEO Berkshire Hathaway ini untuk mengelola pengeluaran.

Pertama, ia fokus pada nilai, bukan gengsi. Meski memiliki kekayaan melimpah, Buffett tidak peduli dengan merek terkenal. Misalnya, alih-alih membeli mobil baru, pria berusia 94 tahun ini lebih suka membeli mobil bekas yang sedikit rusak, lalu memperbaikinya. Biaya perbaikannya lebih murah dibandingkan membeli kendaraan baru.


Kedua, ia terbiasa berpikir kreatif demi menghemat. Contohnya, saat anak pertamanya lahir, Buffett tidak membeli perlengkapan bayi baru. Ia justru mengubah laci lemari pakaian menjadi tempat tidur bayi untuk menghemat biaya.

Kebiasaan lainnya adalah mengutamakan kualitas dibanding kuantitas. 
Dalam suratnya tahun 1989 kepada para pemegang saham Berkshire Hathaway, Buffett menulis, "Jauh lebih baik membeli perusahaan yang bagus dengan harga yang wajar daripada perusahaan yang biasa-biasa saja dengan harga yang bagus." 
Ia percaya bahwa ketika membeli barang, jangan hanya melihat harga murah. Kalau kualitasnya rendah, lebih baik membayar lebih untuk produk yang benar-benar sepadan dengan nilainya.
Kebiasaan hemat keempat adalah memanfaatkan kupon. 
Hal ini terungkap dalam surat dari Melinda, mantan istri Bill Gates, pada 2017. Ia bercerita tentang pengalaman makan bersama Buffett saat bepergian ke Hong Kong. "Ingatkah Anda saat kita tertawa bersama saat bepergian ke Hong Kong dan memutuskan untuk makan siang di McDonald's? Anda menawarkan untuk membayar, merogoh saku, dan mengeluarkan... kupon!"
Kebiasaan kelima, Buffett tidak sering makan di luar. 
Dalam biografinya The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life, penulis Alice Schroeder mengutip ucapannya, "Saya suka makan hal yang sama berulang-ulang. Saya bisa makan roti lapis ham setiap hari selama lima puluh hari berturut-turut untuk sarapan." Menurutnya, sesekali menikmati makan malam di luar tidak masalah, tapi sebaiknya tetap sesuai anggaran.
Yang keenam, ia tidak suka mengejar tren. Menurutnya, barang-barang yang sedang populer belum tentu tahan lama. 
Buffett juga tidak terbawa arus ketika tren pasar sedang panas. Menjelang puncak gelembung teknologi pada tahun 1999, ia menulis, "Kunci untuk berinvestasi bukanlah menilai seberapa besar suatu industri akan memengaruhi masyarakat, tetapi lebih kepada menentukan keunggulan kompetitif (suatu) perusahaan tertentu." 
Prinsip ini juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Daripada beli barang trendi yang mahal, ia lebih memilih barang klasik yang sudah terbukti awet dan terjangkau.
Kebiasaan ketujuh atau terakhir adalah membeli saat ada potongan harga. 
Buffett pernah berkata, "Baik itu saham atau kaus kaki, saya suka membeli barang berkualitas saat harganya sedang didiskon."

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya