Berita

Analis Politik dan Militer Unas Jakarta, Selamat Ginting/Repro

Politik

TNI Amankan Kejaksaan

Prabowo Diduga Andalkan Kejagung karena KPK-Polri Masih Kaki Tangan Jokowi

SENIN, 12 MEI 2025 | 11:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Publik membaca Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri masih menjadi kaki tangan Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi.

Sehingga Presiden Prabowo Subianto lebih mengandalkan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melakukan penegakan hukum, sehingga keberadaannya perlu dikawal Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Demikian dikatakan analisis politik dan militer Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Selamat Ginting dalam video yang diunggah di kanal YouTube Hersubeno Point berjudul "Situasi Genting dan Darurat! Panglima TNI Kerahkan Pasukan Jaga Seluruh Kantor Kejaksaan".


Ginting mengatakan, kantor Kejaksaan dikawal TNI setelah adanya UU Kejagung terkait adanya posisi Jaksa Agung Muda Pidana Militer.

"Dan kemudian juga ternyata di dalam UU TNI yang direvisi itu juga sudah masuk di dalam posisi sipil yang bisa diduduki oleh militer aktif," kata Ginting seperti dikutip RMOL, Senin 12 Mei 2025.

"Di situ kemudian, kan menjadi satu sekarang, Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung. Di situ ada kamar militer di Mahkamah Agung, dan pidana militer di Kejaksaan Agung. Sehingga turunannya sampai dengan Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri," sambungnya.

Dengan dibackupnya Kejaksaan oleh TNI, kata Ginting, terlihat adanya pertarungan politik dan kewenangan antar institusi.

"Jadi menurut saya, setelah adanya kasus yang ramai beberapa waktu yang lalu, ketika Jaksa Agung Muda Pidana Khusus seperti dikuntit oleh Brimob, yang kemudian disebut, itu oknum. Tapi kalau oknum kok cukup banyak, kemudian sangat intensif. Sehingga pada waktu itu kebetulan Jaksa Agung Muda Pidana Militer dari Angkatan Laut, maka dikawal oleh Korps Marinir. Sekarang, Jampidmil-nya dari Angkatan Darat. Jadi, kelihatannya juga koordinasinya dengan Angkatan Darat, ada kenyamanan," papar Ginting.

Selain itu, Ginting melihat, ada pertarungan kewenangan terkait dengan pemberantasan tindak pidana korupsi. Di mana, publik sudah melihat bahwa KPK menjadi kontroversi ketika seleksi pimpinannya dilakukan di masa pemerintahan Jokowi, padahal seharusnya menjadi kewenangan Presiden Prabowo Subianto.

"Sehingga KPK, orang berasumsi, orang punya persepsi bahwa KPK masih menjadi kaki tangan mantan Presiden Jokowi, kan begitu. Kemudian juga, selain KPK, kepolisian juga dianggap sangat-sangat dekat dengan mantan Presiden Jokowi. Di dalam pilkada kemarin dan juga pilpres sampai ada tudingan parcok, Partai Coklat," kata Ginting.

"Sehingga publik juga tidak salah kalau mengasumsikan bahwa Presiden Prabowo jangan-jangan lebih mengandalkan Kejaksaan Agung untuk tindak pidana korupsi, bukan KPK yang sangat kontroversial itu. Sehingga backupnya dengan siapa? Kalau KPK backupnya dengan Kepolisian, maka Kejaksaan dibackupnya oleh TNI," imbuhnya.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya