Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Ekonom: AS akan Alami Resesi, tapi Tidak Terlalu Dalam

SENIN, 12 MEI 2025 | 11:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (AS) diperkirakan bisa mengalami perlambatan ekonomi pada kuartal keempat tahun ini yang diakibatkan oleh dampak inflasi dari tarif.

Hal itu disampaikan oleh ekonom terkenal Nouriel Roubini saat berbicara dengan Bloomberg baru-baru ini. 

Ia memperkirakan Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan melunak dari ancaman tarif terberatnya, yang mencakup tarif universal 10 persen hingga 15 persen atas barang-barang impor dari banyak negara, serta tarif 60 persen untuk China.


Kebijakan tarif tersebut adalah bagian dari rencana kampanye Trump. Di bawah skenario ini, ia memperkirakan PCE inti (indikator inflasi pilihan The Fed) dapat naik menjadi 4 persen pada akhir tahun, dari 2,6 persen pada Maret.

"Tarif Itu akan mengurangi pendapatan disposabel. Sentimen konsumen dan bisnis akan melemah," ungkapnya tentang prediksi resesinya, dikutip dari Bloomberg, Senin 12 Mei 2025. 

Namun begitu, "Dr.Doom dari Wall Street" yang dikenal memiliki pandangan pesimistis terhadap pasar, kali ini justru terdengar cukup optimis dengan mengatakan bahwa resesi tersebut tidak akan terlalu dalam. 

"Resesinya akan singkat dan dangkal karena kemudian The Fed akan memangkas suku bunga," ujarnya.  

Profesor dari Universitas New York mengungkapkan bahwa orang paling berkuasa di dunia adalah para  bond vigilantes; pelaku pasar yang menjual obligasi AS secara besar-besaran untuk menekan pemerintah agar menerapkan kebijakan fiskal yang lebih hati-hati.

Ia mengatakan, Trump mungkin akan dipaksa untuk meredam kebijakan perdagangannya oleh para  bond vigilantes itu,

Ada kabar menyebutkan bahwa Trump kini sedang mengamati imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun. Trump juga sempat mengatakan bahwa ia memperhatikan pergerakan pasar obligasi sebelum mengumumkan penundaan tarif selama 90 hari pada April. Namun belakangan ia mengaku tidak mengkhawatirkan penurunan harga obligasi.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya