Berita

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam/Ist

Politik

Penggabungan BAIS-BIN Tingkatkan Daya Tawar RI di Kancah Internasional

MINGGU, 11 MEI 2025 | 15:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Digabungnya Badan Intelijen Strategis (BAIS) dengan Badan Intelijen Negara (BIN) akan meningkatkan daya tawar bangsa Indonesia di kancah internasional.

Begitu disampaikan Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam merespons adanya wacana soal penggabungan BAIS dengan BIN di pemerintahan Prabowo Subianto.

"Dengan digabungnya BAIS ke BIN, maka akan semakin meningkatkan daya tawar bangsa Indonesia di kancah Internasional," kata Saiful kepada RMOL, Minggu 11 Mei 2025.


Saiful mengatakan, rakyat berharap ke depan Indonesia memiliki intelijen yang canggih, mampu menganalisis intelijen dan strategis yang aktual maupun perkiraan ke depan. Sehingga tidak ada lagi gangguan-gangguan dalam penyelenggaraan negara.

"Pengkajian, penyusunan, penyiapan, perencanaan, pelaksanaan kebijakan pemerintah perlu pemanfaatan intelijen yang kuat demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan bangsa," kata Saiful.

Karena, kata akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, posisi intelijen menjadi sangat sentral dalam memberikan masukan dan saran dalam pembangunan bangsa.

"Terlebih lagi tantangan ke depan akan semakin kuat, sehingga membutuhkan penanganan dan analisa yang ekstra dari sisi intelijen," pungkas Saiful.



Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya