Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin Minta Nego Langsung Ukraina, Bungkam soal Gencatan Senjata 30 Hari

MINGGU, 11 MEI 2025 | 11:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu dini hari, 11 Mei 2925 mengusulkan dimulainya kembali perundingan langsung dengan Ukraina di Istanbul pada 15 Mei mendatang. 

Namun, Putin tidak menanggapi secara langsung seruan terbaru dari Kyiv dan sekutunya di Eropa mengenai gencatan senjata 30 hari tanpa syarat yang dijadwalkan dimulai Senin, 12 Mei 2025.

Berbicara dalam pidato di Kremlin, Putin menyatakan kesiapan Rusia untuk kembali ke meja perundingan yang sebelumnya ditinggalkan pada 2022. 


"Kami mengusulkan kepada otoritas Kyiv untuk melanjutkan perundingan yang mereka hentikan pada tahun 2022, dan, saya tegaskan, tanpa prasyarat apa pun," kata Putin, seperti dimuat AFP.

Ia juga mengungkapkan rencananya untuk segera menghubungi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan guna memfasilitasi proses negosiasi.

Meskipun membuka pintu diplomasi, Putin tetap tidak merespons secara langsung usulan gencatan senjata 30 hari yang diinisiasi oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersama para pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk.

Putin, sementara itu, menuding Barat ingin melanjutkan perang dengan Rusia, menolak apa yang disebutnya sebagai ultimatum dan retorika anti-Rusia. 

“Kami tidak mengesampingkan bahwa selama pembicaraan ini kami akan dapat menyetujui beberapa gencatan senjata baru,” tambahnya, tanpa menyinggung langsung proposal 30 hari tersebut.

Referensi Putin terhadap akar penyebab konflik merujuk pada narasi Moskow yang telah lama menyalahkan Ukraina dan Barat atas pecahnya perang, termasuk isu ekspansi NATO dan perlindungan terhadap penutur bahasa Rusia di wilayah timur Ukraina. 

Namun, pandangan ini secara konsisten ditolak oleh Kyiv dan sekutunya.

"Serangan Rusia tidak lebih dari perampasan tanah ala kekaisaran," tegas Zelensky.

Pertemuan di Kyiv juga dihadiri secara virtual oleh Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan ketidaksabarannya terhadap minimnya kemajuan perdamaian. 

Dalam kampanyenya, Trump pernah bersumpah untuk mengakhiri perang hanya dalam satu hari setelah menjabat. Namun, ketegangan dengan Putin belakangan dikabarkan meningkat.

"Kami tahu bahwa ujian sesungguhnya ada di hadapan kami dan di hadapan Putin. Kami akan menunggu reaksi Rusia," kata PM Polandia Donald Tusk. 

Sementara itu, Ursula von der Leyen dari Komisi Eropa menilai gencatan senjata sebagai langkah awal menuju negosiasi perdamaian yang bermakna.

Perkembangan ini terjadi hanya sehari setelah Putin menghadiri parade militer di Moskow memperingati 80 tahun kemenangan atas Nazi, yang juga disertai dengan pengumuman gencatan senjata sepihak selama tiga hari. 

Namun, menurut laporan dari pasukan Ukraina di garis depan timur, intensitas pertempuran tetap hampir sama.

Dengan dua jalur yang terbuka, usulan negosiasi dari Moskwa dan gencatan senjata dari Kyiv dan Barat, bola kini berada di tangan Rusia. Dunia menanti, apakah Kremlin akan memilih jalan diplomasi atau tetap pada lintasan konfrontasi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya