Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah/RMOL

Politik

Dedi Kurnia Syah:

BAIS dan BIN Bisa Disatukan Asal di Bawah Komando Presiden

MINGGU, 11 MEI 2025 | 10:10 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Muncul wacana penggabungan Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Badan Intelijen Nasional (BIN).

BAIS merupakan organisasi intelijen militer di bawah komando Mabes TNI yang memiliki tugas menyajikan informasi intelijen yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara.

Sedangkan BIN merupakan lembaga pemerintah yang memiliki tugas intelijen untuk mengantisipasi ancaman keamanan serta kepentingan nasional.


Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah mengatakan, jika membaca porsi kelembagaan, BAIS dan BIN berbeda ruang. BAIS adalah lembaga internal TNI, sementara BIN lembaga negara.

Menurutnya, jika BAIS dan BIN disatukan berpotensi mengaburkan detail kebutuhan dua lembaga intelijen tersebut.

"Hasil kerja BAIS bisa jadi hanya diperlukan dan seharusnya memang hanya untuk TNI. Jika kemudian berada di lingkar BIN, di mana tidak semua yang ada BIN adalah militer, ini bisa memunculkan potensial kebocoran data rahasia militer," kata Dedi kepada RMOL, Minggu 11 Mei 2025.

Meski demikan, Dedi berpendapat tidak ada masalah jika BAIS dan BIN disatukan asal di bawah komando Presiden RI.

"Secara umum tidak ada unsur tumpang tindih, kecuali jika BAIS maupun BIN sama-sama berada di bawah Presiden secara langsung, maka perlu ada penyatuan atap," kata Dedi.

Ia menambahkan, meski sama-sama di bidang intelijen, BAIS dan BIN berjalan sendiri-sendiri dengan tupoksinya masing-masing.

"Selama ini, ruang kewenangan BAIS dan BIN sudah berbeda, sehingga tidak ada tumpang tindih," tutup Dedi.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya