Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pakistan dan India Akhirnya Sepakat Gencatan Senjata

SABTU, 10 MEI 2025 | 22:23 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pakistan dan India akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Sabtu 10 Mei 2025 setelah seminggu ketegangan militer meningkat di perbatasan kedua negara.

Kesepakatan itu diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social.

"Setelah semalam penuh pembicaraan yang dimediasi oleh Amerika Serikat, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa India dan Pakistan telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata penuh dan segera," tulis Trump, Sabtu 10 Mei 2025.


Trump juga memberikan pujian kepada kedua negara yang dianggap mampu menunjukkan kebijaksanaan dan kecerdasan dalam mengakhiri eskalasi konflik bersenjata yang telah melibatkan jet tempur, rudal, dan drone.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menambahkan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil dari diplomasi intens yang ia jalankan bersama Wakil Presiden J.D. Vance. Keduanya bernegosiasi langsung dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

"Dengan bangga saya umumkan bahwa kedua negara telah menyetujui gencatan senjata segera dan akan memulai dialog menyeluruh mengenai berbagai isu di lokasi netral," kata Rubio dalam pernyataannya di platform X, sembari memuji sikap kenegarawanan kedua pemimpin Asia Selatan tersebut.

Kesepakatan damai ini diumumkan tak lama setelah Pakistan meluncurkan serangan balasan terhadap beberapa instalasi militer India, menyusul serangan semalam yang menargetkan tiga pangkalan udara Pakistan.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar turut mengkonfirmasi kabar gencatan senjata tersebut.

Dalam pernyataannya, Dar menegaskan komitmen Pakistan terhadap perdamaian regional tanpa mengorbankan kedaulatan dan integritas wilayahnya.

"Pakistan dan India telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata segera. Pakistan selalu mengedepankan perdamaian dan stabilitas kawasan, tanpa menjadikan kedaulatan sebagai alat tawar," ujar Dar lewat unggahan di X.

Sebelumnya ketegangan antara kedua negara itu telah menyebabkan sedikitnya 48 korban jiwa sejak 7 Mei 2025.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya