Berita

Laporan APBN Maret 2025/RMOL

Bisnis

Setoran Anjlok di Kuartal I 2025, Kemenkeu Baru Serap Rp115,9 Triliun dari PNBP

JUMAT, 09 MEI 2025 | 12:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat merosot menjadi Rp115,9 triliun atau setara 22,6 persen dari target APBN 2025.

“Pada tahun 2025, PNBP sampai dengan Maret telah mencapai Rp115,9 triliun, yang artinya adalah sekitar 22,6 persen dari target PNBP secara keseluruhan,” kata Plh Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Suahasil Nazara dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis 8 Mei 2025.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi tersebut turun 26,04 persen, di mana rata-rata penerimaan kuartal I 2025 ini hanya sebesar Rp44,4 triliun.


Sedangkan pada 2023 dan 2024, nilai rata-rata penyerapan PNBP tersebut sebesar Rp52,7 triliun dan Rp56,3 triliun.

Menurut Suahasil, perlambatan ini disebabkan koreksi harga komoditas pada tahun ini. Ia merinci PNBP dari kelompok sumber daya alam (SDA) migas tercatat sebesar Rp24,9 triliun atau setara 20,6 persen dari target. Nilai ini terkontraksi 2,9 persen secara tahunan (yoy) imbas penurunan harga minyak mentah Indonesia.

Sementara penerimaan SDA nonmigas mencapai Rp25,7 triliun atau 26,5 dari target yang utamanya disumbang oleh kelompok mineral dan batu bara (minerba). Realisasi ini ikut merosot 7,6 persen (yoy) yang dipengaruhi oleh kinerja penerimaan royalti batu bara yang menurun akibat penurunan produksi batu bara.

Adapun kekayaan negara dipisahkan (KND) tercatat sebesar Rp10,9 triliun atau 12,1 persen dari target, PNBP lainnya Rp37,2 triliun atau 29,1 persen dari target, dan badan layanan umum (BLU) Rp17,1 triliun atau 21,9 persen dari target.

“Selain KND, rata-rata sudah di atas 20 persen dari target. Bahkan PNBP lainnya hampir 30 persen dari target. Jadi, kalau triwulan I itu seperempat tahun, ada beberapa PNBP yang sudah di atas 25 persen,” jelas Suahasil.

Sebagai catatan, penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp400,1 triliun (16,1 persen dari target), terdiri dari Rp322,6 triliun dari penerimaan pajak (14,7 persen dari target) serta Rp77,5 triliun dari kepabeanan dan cukai (25,7 persen dari target).

Ditambah dengan realisasi PNBP, pendapatan negara telah diserap sebesar Rp516,1 triliun atau 17,2 persen dari target penerimaan Rp3.005,1 triliun tahun ini.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya