Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Kesepakatan Dagang AS-Inggris Bikin Harga Bitcoin Tembus Rp1,6 M

JUMAT, 09 MEI 2025 | 11:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesepakatan dagang terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Inggris mendorong harga Bitcoin kembali menembus angka 100.000 Dolar AS (setara Rp1,6 miliar) pada Kamis, 8 Mei 2025.

Dikutip dari Reuters, pada tengah hari Bitcoin diperdagangkan di angka 101.329,97 Dolar AS, naik 4,7 persen dibanding hari sebelumnya. Ini menandai kembalinya Bitcoin ke tren positif tahun ini, meskipun masih belum menyamai rekor tertingginya sebesar 109.000 Dolar AS yang tercapai pada Januari lalu.

Sementara itu, Ether - mata uang kripto untuk jaringan Ethereum - naik lebih dari 14 persen ke harga 2.050,46 Dolar AS, mencapai level tertingginya sejak akhir Maret.


“Penembusan kembali ke atas 100.000 Dolar AS merupakan pencapaian besar bagi Bitcoin. Ini juga mengingatkan kita bahwa membeli saat pasar sedang turun bisa sangat menguntungkan,” kata Antoni Trenchev, salah satu pendiri platform aset digital Nexo. 

“Pemulihan cepat ini menandakan target selanjutnya adalah 109.000 Dolar AS atau bahkan lebih, karena investor jangka panjang mulai membeli lebih banyak dibandingkan investor jangka pendek yang menjual," ujarnya.

Naiknya harga terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan kesepakatan dagang baru. 

Dalam perjanjian tersebut, AS tetap mempertahankan tarif 10 persen untuk barang-barang impor dari Inggris, sementara Inggris sepakat menurunkan tarif impor dari AS dari 5,1 persen menjadi 1,8 persen, serta memberikan akses pasar yang lebih luas untuk produk-produk Amerika.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya