Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Inggris Bakal Borong Boeing, Bursa Wall Street Cerah

JUMAT, 09 MEI 2025 | 09:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Investor menyambut baik perjanjian perdagangan baru yang disepakati antara Amerika Serikat (AS) dan Inggris, membuat pasar lebih optimis dan mendongkrat penguatan di bursa Wall Street.

Inggris setuju untuk menurunkan tarifnya menjadi 1,8 persen dari sebelumnya 5,1 persen dan memberikan akses yang lebih besar ke barang-barang Amerika sebagai bagian dari kesepakatan tersebut. Sementara tarif dasar 10 persen bagi barang-barang yang diimpor dari Inggris ke AS tetap berlaku.

Pada sesi akhir, saham maskapai penerbangan melonjak 5,4 persen setelah AS-Inggris sepakat membebaskan suku cadang pesawat yang dibuat Rolls-Royce dari tarif. Saham Delta Air Lines melonjak 7,2 persen.


Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan Inggris akan membeli pesawat Boeing senilai 10 miliar Dolar AS, yang membuat saham raksasa kedirgantaraan itu melambung 3,3 persen. 

Dikutip dari Reuters, berikut pergerakan indeks saham di bursa Wall Street pada penutupan perdagangan Kamis 8 Mei 2025 atau Jumat pagi WIB.

- Dow Jones Industrial Average ditutup naik 254,48 poin, atau 0,62 persen, menjadi 41.368,45
- S&P 500 meningkat 32,66 poin, atau 0,58 persen, menjadi 5.663,94
- Nasdaq Composite Index melonjak 189,98 poin, atau 1,07 persen, menjadi 17.928,14

Saham semikonduktor menguat 1 persen, melanjutkan kenaikan 1,7 persen pada sesi sebelumnya. 

Saham Arm anjlok 6,2 persen setelah pabrikan chip itu memperkirakan pendapatan dan laba kuartal pertama di bawah estimasi Wall Street.

Jumlah saham yang naik melebihi yang turun dengan rasio 1,82 banding 1 di NYSE , dan rasio 2,15 banding 1 di Nasdaq.

Volume di bursa Wall Street tercatat 16,85 miliar saham, dibandingkan rata-rata 16,86 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. 

Saham Walt Disney melonjak 3,04 persen, saham Coca-Cola anjlok 1,70 persen, saham Axon Enterprise menguat 14,08 persen. 

Trump mengisyaratkan bahwa pembicaraan tentang tarif mendatang dengan China akan lebih substansial daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya