Berita

Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Dr. Rasminto/Ist

Nusantara

HSI:

Seni Budaya Harus Jadi Benteng Identitas Bangsa

JUMAT, 09 MEI 2025 | 06:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Dr. Rasminto, menyoroti pentingnya pelestarian seni dan budaya di tengah derasnya arus globalisasi. 

Hal tersebut disampaikan dalam dialog publik bertajuk Membangun Semangat Cinta Seni dan Budaya yang diselenggarakan Sub Badan Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Pusat, di Aula Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Kamis, 8 Mei 2025.

Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan posisi geografis strategis harus menjadikan kekayaan seni dan budaya sebagai benteng identitas nasional.


“Indonesia berada di jalur silang dunia. Posisi ini menjadikan kita sangat terbuka terhadap pengaruh luar, tapi sekaligus memperkaya warisan budaya yang dimiliki. Ini kekuatan sekaligus tantangan", ujar Rasminto.

Ia menjelaskan, seni dan budaya bukan sekadar ekspresi estetika, tapi juga cerminan nilai-nilai luhur bangsa yang diwariskan lintas generasi. 

"Di tengah keberagaman suku, agama, dan bahasa, seni dan budaya menurutnya menjadi perekat persatuan," jelasnya.

Ia mencontohkan bentuk seni dan budaya bangsa Indonesia seperti wayang, batik, lagu daerah, merupakan wajah dari identitas bangsa. 

"Kalau tidak kita jaga, maka yang hilang bukan hanya kesenian, tapi jati diri kita sebagai bangsa,” ungkap dia.

Ia menambahkan, tantangan pelestarian budaya semakin kompleks di era digital. Mulai dari minimnya minat generasi muda terhadap budaya lokal, hingga komersialisasi budaya tanpa pemahaman makna. 

"Internalisasi seni dan budaya perlu didorong dalam bentuk pendidikan formal dan nonformal yang perlu diperkuat sejak dini, dan generasi muda dilibatkan secara aktif," tegasnya.

Pakar geografi manusia ini menilai, jika seni dan budaya perlu dirawat dengan baik, agar dapat Indonesia memiliki kekuatan soft power yang besar dalam percaturan global.

“Budaya bukan hanya milik masa lalu. Ia merupakan fondasi masa depan dan kekuatan diplomasi kita di dunia internasional," tutupnya.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya