Berita

Proses pemberian santunan bagi keluarga pelaut yang wafat/Ist

Nusantara

SAKTI Sukses Kawal Santunan Awak Kapal Meninggal di Hongkong

JUMAT, 09 MEI 2025 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Setelah hampir satu tahun penuh perjuangan, Dewan Pimpinan Pusat Serikat Awak Kapal Transportasi Indonesia (DPP SAKTI) berhasil memperjuangkan hak-hak ahli waris dari Almarhum Irmawanto, seorang awak kapal yang bekerja di atas kapal Ocean Phoenix berbendera Singapura milik Ocean Phoenix Pte Ltd. 

Irmawanto menghembuskan nafas terakhir akibat sakit saat kapal yang ia awaki berlabuh di Hongkong pada tanggal 1 Desember 2023.

Perjuangan ini bermula ketika ahli waris Almarhum Irmawanto memberikan surat kuasa kepada tim advokasi DPP SAKTI pada tanggal 26 Februari 2024. 


“Amanah ini diemban dengan penuh tanggung jawab oleh tim advokasi untuk memastikan hak santunan kematian sesuai dengan Perjanjian Kerja Laut (PKL) dapat diterima oleh keluarga yang ditinggalkan,” ujar Sekjen DPP Sakti, Syofyan El Comandante dalam keterangannya, Jumat, 9 Mei 2025.  

Berdasarkan PKL yang berlaku, ahli waris Almarhum Irmawanto berhak atas santunan kematian sebesar USD 60.000. Selain itu, almarhum juga meninggalkan dua orang anak yang masih di bawah umur, sehingga ahli waris berhak menerima tambahan santunan sebesar 30.000 Dolar AS. Dengan demikian, total santunan yang berhasil diperjuangkan dan diterima oleh ahli waris mencapai 90.000 Dolar AS.

Lanjut dia, selama proses yang cukup panjang ini, DPP SAKTI memberikan apresiasi tinggi kepada PT. Indomaritim Management, perusahaan keagenan yang menaungi Almarhum Irmawanto, atas dukungan dan kerja sama yang sangat baik. 

“Keterlibatan aktif dan responsif dari pihak agency dinilai sangat membantu kelancaran proses administrasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Kasus ini sempat pula diupayakan penyelesaiannya melalui mekanisme Work Injury Compensation Act (WICA) di Singapura, yang ditangani oleh Kementerian Ketenagakerjaan/Ministry of Manpower (MOM) Singapura. Namun, setelah melalui serangkaian verifikasi dan validasi yang ketat, disimpulkan bahwa kasus Almarhum Irmawanto tidak termasuk dalam kategori WICA. Akhirnya, penyelesaian santunan dilakukan berdasarkan mekanisme yang telah disepakati dalam PKL.

Syofyan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang telah membantu tercapainya keadilan bagi ahli waris Almarhum Irmawanto. 

“Ucapan terima kasih secara khusus ditujukan kepada pemilik kapal Ocean Phoenix Pte Ltd, PT. Indomaritim Management, serta koresponden P&I Club di Jakarta yang telah memberikan dukungan dan fasilitasi selama proses pengajuan santunan,” ungkap dia.

"Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras tim advokasi DPP SAKTI, dukungan penuh dari pihak agency dan pemilik kapal, serta respons positif dari koresponden P&I Club. Kami berharap, kasus ini dapat menjadi preseden yang baik dan memberikan keyakinan bagi awak kapal Indonesia bahwa hak-hak mereka akan terus diperjuangkan dan dilindungi di masa yang akan datang," ujar perwakilan DPP SAKTI itu.

DPP SAKTI berkomitmen untuk terus mengawal dan memperjuangkan hak-hak seluruh awak kapal Indonesia yang bekerja di dalam maupun luar negeri. Keberhasilan dalam kasus Almarhum Irmawanto ini menjadi motivasi tambahan bagi serikat pekerja ini untuk terus memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi para pelaut Indonesia.

“Pelaut bukan hanya pekerja, mereka adalah penjaga nadi logistik dunia. Sudah semestinya hak mereka dipastikan, bahkan setelah mereka tiada,” tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya