Berita

Staf DPP PDIP, Nurhasan saat menjadi saksi di persidangan kasus Harun Masiku di sidang PengadilanTipikor Jakarta, Kamis, 8 Mei 2025/Ist

Hukum

Anak Staf PDIP Trauma Sang Ayah Dicap Korupsi Harun Masiku

JUMAT, 09 MEI 2025 | 01:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kesaksian Nurhasan, seorang staf di DPP PDIP yang diperiksa KPK terkait kasus dugaan suap Harun Masiku, membuka tabir dampak psikologis mendalam yang dialami keluarganya akibat penyidikan tersebut. 

Di hadapan hakim di sidang PengadilanTipikor Jakarta, Kamis, 8 Mei 2025, Nurhasan menceritakan bagaimana stigma "anak koruptor" membuat putranya yang masih SMP menolak mengaji, sementara istrinya terus dihantui rasa malu akibat gunjingan tetangga setelah kedatangan petugas KPK ke rumah mereka.

Ia juga menceritakan bagaimana kediamannya yang seluas 3x3 meter didatangi oleh petugas KPK untuk mencari Harun Masiku. Hingga saat ini, Harun Masiku dikenal publik sebagai tersangka kasus suap atau korupsi. 


Kehadiran petugas KPK membuat para tetangga sekitar tahu, baik orang dewasa hingga anak-anak dan mengira Nurhasan yang dituduhkan jadi bagian dari Hasto Kristiyanto turut terlibat kasus korupsi Harun Masiku.

“Nah, ini saya ngenes saya. Anak saya pas mau berangkat ngaji yang kecil itu salim sama penyidik KPK. Nah, anak saya yang SMP sudah ngerti lah. Saya tanya kenapa kamu enggak ngaji? Istri saya masih nangis. Enggak mau Yah, aku malu ayah korupsi,” ungkap Nurhasan. 

“Saya jadi pengen nangis. Saya bilang gini ke anak saya, ‘Ngapain kamu malu, ayah enggak korupsi kok. Kalau ayah korupsi kita enggak tinggal di sini. Rumah kita begini, kalau hujan bocor bahkan ayah bayar pajak. Istri saya sampai pulang dari KPK itu nangis terus. Beban, merasa malu sama banyak tetangga. Namanya tetangga, Pak, yang enggak tahu, sok-sok tahu,” tambahnya.

Dalam kesaksiannya, Nurhasan juga menyoroti tindakan sejumlah petugas KPK yang dinilai tidak profesional dan cenderung intimidatif saat melakukan penggeledahan di rumahnya yang berukuran 3x3 meter. Dua orang petugas KPK dengan nada tinggi memaksa masuk ke rumahnya dan menanyakan keberadaan Harun Masiku. 

"Saya bilang, 'KPK kan canggih, nyari dia (Harun, red) masa nanya ke saya?," tandas Nurhasan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya