Berita

Representative Image/ANI News

Dunia

Tiga Ledakan Guncang Lahore Pakistan, Picu Kepanikan Warga

KAMIS, 08 MEI 2025 | 16:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Suasana mencekam menyelimuti Walton Road, Lahore, pada Kamis, 8 Mei 2025, setelah tiga ledakan beruntun mengguncang kawasan tersebut.

Ledakan terjadi tak jauh dari distrik Gulberg yang dikenal sebagai salah satu kawasan paling mewah dan sensitif di kota itu. Suara ledakan terdengar hingga beberapa kilometer dan memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah.

Menurut laporan ARY News yang mengutip pernyataan polisi, ledakan terjadi hanya dalam hitungan detik.


“Ledakan itu begitu keras sehingga orang-orang berlarian ke jalan dalam kebingungan dan ketakutan,” kata seorang pejabat polisi Lahore.

Tim tanggap darurat, termasuk unit penyelamatan dan pemadam kebakaran, segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Polisi juga telah mengepung area tersebut dan memulai penyelidikan intensif untuk menentukan sumber dan penyebab ledakan.

“Kami telah menutup area dan melarang akses bagi siapa pun yang tidak berkepentingan. Tim penjinak bom serta intelijen sudah memulai penilaian awal,” ujar pejabat itu lebih lanjut.

Sementara itu, Otoritas Bandara Pakistan (PAA) mengambil langkah cepat dengan menangguhkan sementara seluruh operasi penerbangan di bandara Lahore, Karachi, dan Sialkot.

“Bandara di Lahore dan Sialkot tidak akan tersedia untuk semua penerbangan hingga pukul 12 siang waktu setempat,” lapor Aaj News, mengutip pernyataan PAA.

Penumpang diminta menghubungi maskapai masing-masing untuk mendapatkan informasi terbaru terkait jadwal dan kemungkinan penundaan penerbangan.

Ledakan tersebut terjadi di tengah ketegangan yang meningkat akibat serangan militer India di wilayah Kashmir Pakistan pada Rabu, 7 Mei 2025.

Operasi militer itu dilakukan India sebagai balasan atas pembunuhan 26 turis Hindu di Kashmir India bulan lalu.

Dikatakan bahwa operasi militer menargetkan sembilan lokasi yang disebut sebagai infrastruktur teroris, termasuk markas kelompok militan Jaish-e-Mohammed dan Lashkar-e-Taiba.

Di sisi lain, Islamabad mengungkap bahwa enam lokasi di Pakistan menjadi sasaran, termasuk dua masjid.

Juru bicara militer Pakistan, Ahmed Sharif Chaudhry, mengatakan pihaknya telah menembak jatuh lima jet tempur India, menandai konfrontasi paling serius dalam lebih dari dua dekade.

Kerusakan parah terlihat di Muzaffarabad, ibu kota Kashmir Pakistan, termasuk sebuah masjid kecil yang menara masjidnya runtuh akibat serangan udara.

Di provinsi Punjab, Pakistan, pemerintah mengumumkan keadaan darurat, sementara sekolah-sekolah di wilayah terdampak diperintahkan tutup.

India menamai operasi militernya “Operasi Sindoor,” yang merujuk pada bubuk merah yang digunakan wanita Hindu sebagai simbol pernikahan. Tentara India dalam pernyataan di platform X menyebut: “Keadilan ditegakkan.”

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya