Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Tarif Masih Belum Pasti, Wall Street Berakhir di Garis Merah

RABU, 07 MEI 2025 | 09:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham-saham Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street tergelincir. Anjloknya saham-saham ini karena keresahan pasar yang terus menanti kejelasan kesepakatan dagang. 

Presiden AS Donald Trump dan Menteri Keuangan Scott Bessent sebelumnya menyatakan akan segera mengumumkan beberapa perjanjian perdagangan paling cepat pekan ini.

Namun, Trump mengatakan dia dan pejabat pemerintahan akan meninjau potensi kesepakatan perdagangan selama dua minggu ke depan untuk memutuskan mana yang akan diterima. Pertemuan Trump dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk pertama kalinya juga tidak membuahkan hasil apa pun soal kesepakatan perdagangan.


Dikutip dari Reuters, inilah pergerakan saham pada penutupan perdagangan Selasa 6 Mei 2025 atau Rabu dini hari WIB.

- Dow Jones Industrial Average ditutup menyusut 389,83 poin, atau 0,95 perseb, menjadi 40.829,00

- S&P 500 turun 43,48 poin, atau 0,77 persen, menjadi 5.606,90

- Nasdaq Composite Index anjlok 154,58 poin, atau 0,87 persen, menjadi 17.689,66

Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan bisnis meningkatkan impor barang sepanjang Maret menjelang pengumuman tarif, mendorong defisit perdagangan negara itu ke rekor tertinggi 140,5 miliar Dolar AS.

Sektor kesehatan anjlok 2,8 persen, mencatat kinerja terburuk dari 11 sektor utama S&P. Saham Eli Lilly merosot 5,6 persen.  Saham Moderna juga anjlok 12,3 persen, menjadi yang paling terpuruk.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika menunjuk Vinay Prasad, seorang onkolog yang sebelumnya mengkritik FDA dan merupakan pengkritik keras mandat vaksin dan masker Covid-19, sebagai Direktur Center for Biologics Evaluation and Research.

Pejabat Federal Reserve, termasuk Chairman Jerome Powell, mengatakan bank sentral akan bersabar sebelum menyesuaikan kebijakan moneter hingga dampak tarif tercermin dalam data ekonomi.

The Fed memulai pertemuan dua harinya pada Selasa, dengan bank sentral yang secara luas diprediksi untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Jumlah saham yang menurun melebihi yang naik dengan rasio 1,35 banding 1 di NYSE dan rasio 1,82 banding 1 di Nasdaq.

S&P 500 mencetak sembilan titik tertinggi baru dalam 52 minggu dan sembilan titik terendah baru sementara Nasdaq Composite membukukan 29 titik tertinggi baru dan 106 titik terendah baru.

Volume di bursa Wall Street tercatat 14,24 miliar saham, dibandingkan rata-rata 17,95 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. 

Saham McDonald's naik tipis 0,34 persen. Saham Merck & Co ambles 4,59 persen.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya