Berita

Kepala BGN Dadan Hindayana/RMOL

Politik

Cegah Keracunan, BGN Perketat SOP Program MBG

SELASA, 06 MEI 2025 | 21:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Badan Gizi Nasional (BGN) terus berupaya memperkuat sistem pengawasan untuk menyukseskan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Terutama, dalam mencegah terulangnya insiden siswa keracunan makanan di sekolah.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebut pihaknya telah merumuskan sejumlah langkah untuk meningkatkan standar operasional prosedur (SOP) demi mencapai target nol kesalahan. 

“Ya, kami meningkatkan SOP. Saya sudah menulis delapan langkah untuk meningkatkan agar target ‘nol kejadian’ bisa dicapai,” ujar Dadan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 6 Mei 2025. 
 

 
Dadan mengurai, salah satu di antaranya mengevaluasi durasi proses memasak dan pengantaran makanan.

“Masa masaknya tidak boleh terlalu lama. Seringkali kejadian (dalam) menyiapkan (makanan) terlalu awal, memasaknya terlalu awal, delivery-nya terlambat,” ucapnya.

Selain itu, BGN juga memberikan perhatian serius terhadap kualitas bahan baku yang digunakan. “Misalnya seperti yang di Pali itu kan dilaporkan (keracunan akibat) bahan baku,” ujarnya.

Dalam hal distribusi, BGN menargetkan waktu pengiriman dari dapur ke sekolah tidak lebih dari 30 menit. 

“Begitu sampai di sekolah, distribusinya juga harus kita evaluasi. Misalnya sampai di sekolah jam 9, dimakannya jam 12. Kami perpendek rentang-rentang waktu itu,” katanya.

Selanjutnya, langkah pencegahan juga dilakukan melalui uji organoleptik, yakni metode pengujian menggunakan panca indera sebelum makanan dibagikan kepada siswa.

“Memang kita harus melakukan uji organoleptik (melalui) bau, rasa, cicipi, dan sebagainya,” ujarnya.

Dadan juga berujar, BGN akan mulai mengadakan pelatihan ulang bagi unit-unit pelaksana program yang sudah beroperasi lebih dari dua bulan.

"Minggu kemarin kami melakukan pelatihan di Tasik, di Bandung, di Jakarta. Minggu depan kami akan (melakukan pelatihan) di Sumatera,” tuturnya. 

"Mereka yang sudah menjalankan program lebih dari dua bulan akan kami panggil kembali untuk pelatihan agar mengingat prosedur-prosedur yang diterapkan," demikian Dadan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya