Berita

Para kardinal berjalan saat meninggalkan pertemuan jemaat umum menjelang konklaf untuk memilih paus berikutnya, seperti yang terlihat dari Roma, Italia, 5 Mei 2025/Net

Dunia

Ratusan Kardinal Tiba di Roma, Siap Ikuti Konklaf Pemilihan Paus Hari Rabu

SELASA, 06 MEI 2025 | 09:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebanyak 133 kardinal yang akan ambil bagian dalam konklaf rahasia untuk memilih paus baru telah tiba di Roma.

Menurut laporan resmi Vatikan, sidang konklaf dijadwalkan dimulai Rabu sore, 7 Mei 2025 di Kapel Sistina, dengan suasana pemilihan yang terbuka dan penuh spekulasi.

Konklaf ini diadakan menyusul wafatnya Paus Fransiskus bulan lalu, dan akan melibatkan kardinal berusia di bawah 80 tahun yang berhak memilih.


Suasana di Roma semakin terasa khusyuk, dengan para kardinal berkumpul hampir setiap hari sejak 21 April untuk membahas masa depan Gereja Katolik.

Juru bicara Vatikan menyampaikan bahwa pada Senin pagi, 5 Mei 2025, 180 kardinal,  termasuk 132 elektor, hadir dalam pertemuan, sementara elektor ke-133 juga sudah berada di Roma namun absen dari diskusi.

Dua kardinal, masing-masing dari Spanyol dan Kenya, tidak akan hadir karena masalah kesehatan.

Pertemuan para kardinal bukan hanya membahas kandidat, tetapi juga tantangan besar yang dihadapi Gereja saat ini.

EarthOne melaporkan adanya “kekhawatiran kuat” terkait perpecahan internal, terutama menyangkut keputusan Fransiskus yang progresif, seperti mengizinkan pemberkatan bagi pasangan sesama jenis dan membuka pembicaraan soal peran perempuan di Gereja.

Meski beberapa nama telah mencuat sebagai favorit di antaranya Kardinal Pietro Parolin (Italia) dan Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina), banyak elektor mengaku belum menentukan pilihan.

“Daftar saya berubah, dan saya pikir akan terus berubah selama beberapa hari ke depan,” ujar Kardinal Vincent Nichols dari Inggris kepada Reuters.

Kardinal Walter Kasper dari Jerman, meski sudah berusia 92 tahun dan tidak ikut memilih, meyakini mayoritas kardinal ingin melanjutkan agenda progresif Fransiskus.

“Orang-orang menginginkan seorang paus yang mengikuti jejak Fransiskus. Seorang pendeta yang mengerti bahasa hati, yang tidak menutup diri di istana,” kata Kasper.

Selama konklaf, para kardinal akan tinggal di dua wisma tamu Vatikan, dengan akses ke dunia luar diputuskan sepenuhnya demi menjaga kerahasiaan proses pemungutan suara.

Video dari lokasi memperlihatkan para kardinal berjalan meninggalkan pertemuan, mengenakan jubah merah khas mereka, menandai momen bersejarah yang akan menentukan pemimpin bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya